OpenAI berencana merombak ChatGPT menjadi aplikasi super yang memuat berbagai fitur baru, baik di platform aplikasi maupun web, dalam beberapa minggu ke depan.

Langkah transformasi ini diprediksi akan mengubah pola interaksi pengguna dengan kecerdasan buatan.

>>> Barcelona Siapkan Cesc Fabregas sebagai Pengganti Hansi Flick

Versi baru ChatGPT akan mengarahkan pengguna untuk memanfaatkan fitur pemrograman, pembuatan gambar, hingga mengakses aplikasi buatan para mitra.

Strategi ini memposisikan teknologi kecerdasan buatan sebagai agen yang menyelesaikan tugas spesifik, bukan sekadar bot perespons pertanyaan.

Pergeseran Fokus ke Sistem Agen

Perubahan fokus ke arah sistem agen ini dikonfirmasi oleh internal perusahaan yang melihat adanya pergeseran fungsi utama dari platform percakapan tersebut.

"Chat sudah mati," kata seorang karyawan senior OpenAI yang tidak disebut namanya.

Pihak manajemen kini tengah memperluas jangkauan operasional asisten pintar ini agar bisa terintegrasi di berbagai perangkat sehari-hari.

>>> Spanyol Kalahkan Peru 2-0 dalam Uji Coba di Meksiko

"Apa yang sedang kembangkan adalah Anda akan memiliki agen pribadi yang dapat membantu Anda...

dalam segala hal dalam hidup Anda, baik dalam kehidupan pribadi atau kerja," ujar Sottiaux, kepala produk dan platform di OpenAI.

Langkah komersialisasi juga diperkuat melalui pemanfaatan layanan berbayar seperti Codex untuk mengonversi basis pengguna gratis ChatGPT yang kini mendekati satu miliar orang.

Sektor bisnis menyumbang sekitar 40 persen total pendapatan OpenAI, dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 50 persen pada akhir tahun 2026.

Pertumbuhan pengguna mingguan Codex yang mencapai 5 juta orang turut memperketat persaingan OpenAI dengan produk Claude Code milik Anthropic.

>>> Spanyol Taklukkan Peru 2-0 dalam Uji Coba di Meksiko

Upaya pengembangan ekosistem aplikasi super yang menggabungkan peramban, ChatGPT, dan Codex ini sebelumnya sudah dilaporkan oleh Wall Street Journal serta CNBC pada Maret lalu.