Sejumlah perusahaan penyedia bahan bakar minyak resmi melakukan penyesuaian harga untuk periode Juni 2026. Penurunan harga yang cukup signifikan terjadi pada lini produk bahan bakar diesel nonsubsidi.

PT Pertamina mengumumkan kebijakan penurunan harga ini yang mulai berlaku efektif sejak tanggal 1 Juni 2026.

>>> OpenAI Rombak ChatGPT Jadi Aplikasi Super dengan Beragam Fitur Baru

Langkah tersebut kemudian diikuti oleh jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum swasta lainnya di seluruh Indonesia.

Pada lini diesel Pertamina, produk Dexlite mengalami penurunan harga sebesar 11,54 persen atau setara Rp3.000 per liter.

Harga bahan bakar tersebut kini berubah dari semula Rp26.000 menjadi Rp23.000 per liter.

Penurunan juga terjadi pada produk Pertamina Dex sebesar 11,11 persen atau berkurang Rp3.100 per liter.

Bahan bakar berkualitas tinggi ini sekarang dibanderol seharga Rp24.800 per liter dari harga sebelumnya Rp27.900 per liter.

Sebaliknya, harga varian bensin nonsubsidi Pertamax Turbo justru mengalami kenaikan sebesar 4,27 persen.

Jenis bensin ini sekarang dipatok Rp20.750 per liter, naik dari harga bulan Mei 2026 yang berada di angka Rp19.900 per liter.

Untuk jenis bensin nonsubsidi lainnya terpantau tidak mengalami perubahan nilai jual.

Harga Pertamax tetap bertahan pada angka Rp12.300 per liter, sedangkan untuk jenis Pertamax Green 95 tetap dipatok Rp12.900 per liter.

Pemerintah juga mempertahankan tarif untuk komoditas bahan bakar bersubsidi.

Jenis Pertalite dipastikan tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter, sementara Biosolar atau Diesel CN48 bertahan di harga Rp6.800 per liter.

Jaringan SPBU BP-AKR turut menerapkan pemotongan harga untuk jenis bahan bakar diesel andalan mereka.

Produk BP Ultimate Diesel kini dipasarkan dengan harga Rp25.060 per liter di seluruh jaringan pengisian mereka.