Timnas Indonesia akan menjamu Mozambik dalam laga FIFA Matchday bertajuk Garuda Championship Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Selasa (9/6/2026) pukul 20.00 WIB.

Pertandingan ini menjadi ujian kedua skuad Garuda setelah sebelumnya membungkam Oman dengan skor 3-0 pada Jumat (5/6/2026).

>>> Danantara Indonesia Bantah Tudingan Tutup Kondisi Keuangan Lembaga

Kemenangan tersebut memutus rekor buruk yang berlangsung selama 38 tahun.

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, menegaskan bahwa keberhasilan melawan Oman didorong oleh rasa bangga saat membela negara.

"Saya rasa kami bermain dengan penuh kebanggaan, kami bermain dengan sepenuh hati, dan itulah hal pertama yang ingin mereka lihat di negara ini," ujarnya.

Pemain klub Lommel SK itu mengaku senang dengan hasil maksimal tersebut, namun kini fokus telah beralih ke laga berikutnya.

"Saya sangat senang kami meraih hasil yang bagus. Tapi setelah itu kami harus sudah menatap ke depan ke pertandingan berikutnya," kata Pelupessy.

Mozambik diprediksi menjadi lawan yang lebih berat. Tim asal Afrika itu menempati peringkat ke-102 FIFA, unggul 17 tingkat atas Indonesia.

Karakter permainan mereka dinilai sangat berbeda dibandingkan Oman.

"Lawan yang tidak akan mudah bagi kami, mereka bermain dengan sistem yang berbeda, kami harus siap," tambah Pelupessy.

>>> Umat Islam Bersiap Amalkan Puasa Sunnah Muharram 1448 Hijriah

Ia juga menyebut jeda antarpertandingan sangat cepat, namun tim telah melakukan pemulihan dengan baik.

Seluruh pemain memiliki ambisi menyapu bersih jadwal uji coba Juni 2026 dengan poin penuh.

"Kami semua antusias untuk meraih hasil bagus kedua, sehingga kami menyelesaikan pemusatan latihan dengan cara yang baik," ucapnya.

Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, mewaspadai gaya bermain Mozambik yang mengandalkan transisi cepat dan tempo tinggi.

"Mereka memiliki gaya permainan yang sangat spesifik, yakni transisi cepat dan tempo tinggi. Jadi kami harus siap untuk sedikit kekacauan," tuturnya.

Herdman menilai duel ini menjadi ujian kedisiplinan transisi bertahan saat tim meningkatkan intensitas serangan.

"Ini akan menjadi ujian yang baik untuk mendapatkan keseimbangan tepat antara main aman dan mencoba mencetak gol, tapi tetap menjaga disiplin transisi pertahanan," jelasnya.

>>> Pemerintah Ajukan Pengecualian Tarif Impor AS untuk 18 Komoditas

Ia mengingatkan anak asuhnya agar tidak lengah di lini belakang. "Tim harus menyadari bahwa satu kejadian di belakang akan menjadi masalah," ujar Herdman.