Salah satu rencana yang sedang digodok adalah integrasi fitur Tabungan Emas Pegadaian ke dalam aplikasi mobile banking Bank BSN, Bale Syariah.

Nasabah Bank BSN nantinya dapat mengelola portofolio investasi emas, termasuk top-up, langsung tanpa berpindah platform.

Fleksibilitas transaksi juga diperluas ke ekosistem digital Pegadaian lewat aplikasi Tring! dengan menjajaki penggunaan rekening BSN sebagai instrumen pencairan dan pembayaran pinjaman.

Kemitraan ini telah berjalan lama melalui lini usaha lain, di mana Bank BSN sebelumnya menggandeng anak usaha Pegadaian, Galeri24, sebagai pemasok Logam Mulia G24 untuk produk cicilan emas.

Ke depan, kedua manajemen memastikan sinergi akan terus berkembang melalui skema joint financing, manajemen kas, digitalisasi sistem transaksi, hingga penjajakan asset buying.

Catatan Kinerja Keuangan Bank BSN

Ekspansi pembiayaan ini ditopang oleh performa keuangan Bank BSN yang solid hingga Mei 2026.

Total aset BSN mencapai Rp78,21 triliun, didorong oleh penyaluran total pembiayaan sebesar Rp58,33 triliun dan perolehan dana pihak ketiga (DPK) Rp61,15 triliun.

>>> 7 Ciri Perempuan Berkualitas Tinggi yang Dihormati Orang Lain

"Kinerja ini menjadi amanah bagi BSN untuk terus memperluas peran, tidak hanya di segmen ritel dan konsumer, tetapi juga dalam mendukung pembiayaan produktif, kelembagaan, dan korporasi," pungkas Alex.