Pemain berusia 37 tahun yang kini membela PSV Eindhoven itu menambahkan bahwa kesuksesan Modric meraih Ballon d'Or pada 2018 membuktikan standar tertinggi yang bisa dicapai negaranya.

"Kemenangan Luka dalam Ballon d’Or mengingatkan dunia bahwa Kroasia mampu mencapai tingkat keunggulan tertinggi.

Saya sangat yakin bahwa akan ada banyak prestasi hebat lainnya bagi Kroasia di masa depan," ujar Perisic.

Perisic menegaskan seluruh anggota tim merasakan motivasi besar sekaligus tekanan yang tinggi dari publik menjelang laga-laga krusial di Amerika Serikat.

"Saya merasa bersemangat dan fokus! Setiap Piala Dunia itu tak terlukiskan karena kami merasakan dukungan dan harapan tinggi dari seluruh negara," tuturnya.

>>> Italia Uji Kekuatan Lawan Yunani di Laga Persahabatan Heraklion

Koleksi busana luar lapangan hasil kolaborasi dengan jenama MACKAGE turut menjadi simbol penghormatan emosional bagi seragam khas merah-putih milik Kroasia.

"Tekanan memang besar, tapi itu adalah motivator terbesar, dan selalu menjadi kehormatan mewakili Kroasia di panggung dunia.

Dan tiba di AS dengan mengenakan koleksi kapsul MACKAGE kami membuat pengalaman ini semakin berkesan," kata Perisic.

Model pakaian formal tersebut mengusung prinsip estetika protektif yang mencerminkan kedisiplinan serta ketelitian timnas Kroasia di dalam maupun luar lapangan.

"Setiap kali saya melihat warna-warna Kroasia, saya merasa bangga yang luar biasa, dan saya yakin seluruh tim merasakan hal yang sama," ucap Perisic.

Menurutnya, kesempatan mengenakan seragam tim nasional merupakan sebuah hak istimewa yang tidak bisa didapatkan oleh semua orang.

"Mengenakan warna-warna ini di dalam dan di luar lapangan selalu menjadi kehormatan besar.

Tidak semua orang berkesempatan mengenakan warna negaranya sebagai bagian dari pekerjaan mereka, jadi rasanya seperti sebuah hak istimewa.