Area Pernikahan Dua Lipa dan Callum Turner Ditutup, Warga Palermo Pasang Poster Protes

Rangkaian pesta pernikahan penyanyi Dua Lipa dan aktor Callum Turner di Palermo, Sisilia, Italia, memicu reaksi dari sebagian warga kota. Penutupan sejumlah area publik selama acara berlangsung pada 5-7 Juni 2026 dinilai menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.

 

Penolakan itu terlihat melalui poster-poster berbahasa Italia dan Inggris yang muncul di berbagai titik di Palermo. Isi pesannya menyoroti penggunaan ruang publik untuk kepentingan acara privat yang dianggap merugikan warga.

Beberapa poster memuat tulisan seperti “Palermo tidak disewakan”, “Lapangan kami bukan ruang tamu Anda”, hingga “Palermo bukan untuk orang kaya”.

Meski sejumlah spanduk sempat diturunkan oleh pihak penyelenggara, aksi protes tidak berhenti. Pesan-pesan serupa kemudian muncul dalam bentuk grafiti di sejumlah dinding kota.

Warga Keluhkan Pembatasan Akses Selama Acara

Concetta Chillemi, pemilik toko di Palermo, menggambarkan suasana kota selama perayaan berlangsung berbeda dari biasanya. Menurutnya, kemeriahan pesta membuat beberapa kawasan terasa seperti area hiburan yang dipadati aktivitas khusus.

Keluhan juga datang dari Clarissa, pemilik bar yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut. Ia menilai pembatasan yang diterapkan selama acara membawa dampak langsung bagi warga yang harus tetap beraktivitas.

Selama tiga hari, sejumlah masyarakat terpaksa memarkir kendaraan jauh dari tempat kerja karena akses menuju beberapa kawasan ditutup. Mereka kemudian harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

“Tidak benar jika sebuah kota diblokir untuk acara seperti ini. Saya bisa memahaminya jika untuk Paus, tetapi bukan untuk seorang penyanyi,” katanya.

>>> HUAWEI nova 14 Pro atau Vivo V70, Pilih yang Sesuai dengan Kebutuhan Harian

Resepsi Tetap Digelar dengan Tamu Selebritas

Di tengah kritik yang muncul, rangkaian pesta pernikahan Dua Lipa dan Callum Turner tetap berlangsung sesuai jadwal. Acara tersebut dihadiri sejumlah tamu dari kalangan selebritas dan figur publik.

Biaya penyelenggaraan perayaan itu disebut mencapai sekitar 1,73 juta dolar AS atau setara kurang lebih Rp28 miliar.