"Tanpa melupakan bahwa Milan adalah tim dengan pemain nasional terbanyak di Piala Dunia, sepuluh orang, meski harus dilihat berapa banyak dari Maignan, Modric, Leao, Rabiot, dan lainnya yang masih menjadi pemain Milan dalam dua-tiga bulan ke depan," ucap Capello.

Kelelahan ini diperparah oleh keikutsertaan Milan di Europa League, yang memiliki jadwal padat dengan pertandingan Kamis malam dan perjalanan jauh.

"Jika bermain tandang, misalnya di Azerbaijan pada Kamis malam, kembali ke Italia hanya pada malam hari, lalu bertanding Minggu sore di liga, berarti hanya punya hari Sabtu untuk mempersiapkan pertandingan secara serius," jelas Capello.

Capello menekankan bahwa turnamen pasca-Piala Dunia selalu menyajikan dinamika berbeda bagi setiap klub Italia. "Liga setelah Piala Dunia selalu menjadi sesuatu yang istimewa," ungkapnya.

Sebagai duta dalam acara penyusunan jadwal, Capello melihat potensi risiko instan bagi Milan akibat kekacauan manajemen internal. "Awal yang berat untuk Milan, bukan?"

>>> Portugal Taklukkan Chile 2-1 dalam Uji Coba yang Diwarnai Kartu Merah

pungkasnya.