Persiapan tim nasional Portugal menuju Piala Dunia 2026 menghadapi kendala besar. Laga persahabatan melawan Chili di Estádio Nacional, Oeiras, pada Sabtu malam berakhir kacau.

Pertandingan pemanasan ini diwarnai aksi pemotongan lagu kebangsaan tim tamu. Selain itu, wasit mengeluarkan dua kartu merah langsung akibat keributan massal antarpemain.

>>> Gol Spektakuler Antonee Robinson Samakan Kedudukan AS vs Jerman

Masalah sudah muncul sebelum sepak mula.

Lagu kebangsaan Chili mendadak terhenti dan langsung digantikan oleh lagu kebangsaan Portugal saat para pemain tim tamu masih bernyanyi.

Komentator Ziggo Sport, Johan van Polanen, mengkritik keputusan panitia. "Ya, mereka memang bisa bermain sepak bola, tapi ini tetap saja sedikit tidak sopan," ujarnya.

Ketegangan berpindah ke dalam lapangan menjelang akhir babak pertama. Perebutan bola antara João Cancelo dan Felipe Faundez di garis gawang memicu insiden.

Pemain Chili, Iván Román, ikut campur dan menabrakkan kepalanya ke Cancelo. Penyerang Portugal, Rafael Leão, merespons secara agresif dengan mencekik leher Román hingga terjatuh.

>>> Beppe Marotta Ungkap Alasan Tinggalkan Juventus dan Tolak Ronaldo

Keributan massal pun terjadi. Wasit mengusir Leão serta Román dari lapangan, sementara Cancelo lolos dari hukuman.

Menurut laporan Goal. com, skorsing kartu merah Leão idealnya berlaku pada laga persahabatan terakhir melawan Nigeria pada 10 Juni.

Namun, Portugal dibayangi kekhawatiran karena FIFA bisa menjatuhkan sanksi lebih berat.

Jika pelanggaran Leão dinilai serius, ia berpotensi absen pada laga pembuka Piala Dunia melawan Kongo pada 17 Juni.

>>> Portugal Kalahkan Chile 2-1 dalam Uji Coba, Dua Kartu Merah Warnai Laga

Kasus serupa menimpa penyerang Curaçao, Jürgen Locadia, yang hanya dijatuhi sanksi satu pertandingan.