"Kami memiliki 3-4 peluang berisiko tinggi di depan gawang. Hoxha, Ramadani, dan Mehmeti memiliki peluang, tetapi mungkin kurang presisi.

Kami perlu menyeimbangkan diri sebagai tim dan memperbaiki elemen taktis penting untuk pertandingan berikutnya," katanya.

Ia menambahkan bahwa organisasi permainan saat berada dalam tekanan lawan menjadi fokus utama yang perlu segera dibenahi. "Ada beberapa hal yang perlu kami tingkatkan.

Saat memberikan tekanan, kami tidak boleh memberi ruang, terutama di sisi sayap. Saya yakin perbaikan ini akan datang dengan cepat.

Dalam 3-4 hari kami sudah saling memahami dengan baik dan menemukan bahasa yang sama," jelas Maran.

Pelatih asal Italia tersebut juga mengingatkan anak asuhnya untuk tidak meremehkan kekuatan Luksemburg. "Tidak ada lawan yang mudah.

Kami harus turun ke lapangan dengan penuh perhatian. Hasil ini penting dan dua pertandingan ini akan menjadi kunci persiapan kami untuk tantangan di September," tegasnya.

Maran juga memberikan evaluasi taktis mengenai posisi pemain, termasuk potensi gelandang muda Luis Hasa.

>>> Bali United Lepas Enam Pemain Jelang Super League 2026/2027

"Hasa akan lebih banyak di tengah lapangan agar lebih bebas bergerak dibandingkan sebagai pemain sayap.

Mungkin posisi gelandang adalah yang paling cocok untuknya, tetapi kami harus bekerja karena ini pertama kalinya dia dipanggil tim nasional," ungkapnya.

Sebagai penutup, Maran menegaskan pentingnya rangkaian pertandingan persahabatan ini untuk mengukur kesiapan skuad secara menyeluruh.

"Kami butuh waktu dan ruang untuk memahami bagaimana tim nasional bisa berkembang lebih jauh. Ujian ini akan membantu saya lebih memahami karakteristik para pemain.

Nations League sudah di depan dan sangat penting bagi kami," pungkasnya.