Petenis berusia 19 tahun, Mirra Andreeva, tampil tanpa bendera negara di samping namanya saat berlaga di Prancis Terbuka 2026 pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Kebijakan status netral ini diterapkan oleh WTA dan ATP sejak tahun 2022 bagi seluruh atlet asal Rusia dan Belarusia, menyusul invasi Rusia ke Ukraina.

>>> Belgia Hancurkan Tunisia 5-0 dalam Laga Uji Coba Terakhir

Andreeva lahir di Krasnoyarsk, Rusia, dan kini berlatih di Cannes, Prancis. Ia tetap memegang kewarganegaraan Rusia, meskipun namanya muncul dalam undian dan peringkat resmi tanpa lambang negara.

Pernyataan Andreeva dan Ketegangan dengan Ukraina

Saat ditanya mengenai posisinya terkait situasi politik di negaranya pada turnamen Wimbledon tahun lalu, Andreeva menyatakan harapannya terhadap konflik yang terjadi.

"I can say that I'm for peace, and I just hope that whatever's going on will resolve soon," ujar Andreeva.

Ketegangan memuncak di Roland Garros saat Andreeva menghadapi Marta Kostyuk, petenis putri Ukraina pertama yang mencapai semifinal Prancis Terbuka.

Kostyuk menyatakan ketidaksetujuannya terhadap argumen bahwa atlet Rusia dapat memilih diam karena takut akan dampak buruk di negara asal mereka.

"There is a way if you don't agree," kata Kostyuk.

>>> David Almansa Rebut Pole Position Moto3 Hungaria 2026

Ia menambahkan bahwa beberapa orang yang tidak setuju memilih meninggalkan Rusia sejak awal perang dan merelakan bisnis serta harta benda mereka.

Kostyuk juga menolak alasan atlet yang hanya ingin fokus pada tenis dan menghindari politik. "They are all grown-ups.

They know what they're talking about. They know what's going on.

They have phones. They have Instagram.

They have news," ucapnya.

Menurut Kostyuk, setelah situasi berjalan selama empat tahun, para atlet tersebut telah memperlihatkan dengan jelas posisi dan pihak yang mereka dukung.

>>> Portugal Uji Coba Lawan Cile di Oeiras, Martinez Fokus ke Performa Tim

"After four years, I think they've made it very clear whose side they are on," tuturnya.