Baliho PB XIV Hangabehi Bermunculan di Solo, Kubu Purboyo Pertimbangkan Gugatan Hukum

Sejumlah baliho bergambar SISKS Paku Buwono XIV Hangabehi atau Mangkubumi mulai terlihat di berbagai titik Kota Solo dan memunculkan respons berbeda dari kelompok-kelompok di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Awalnya, baliho berukuran besar itu terpasang di kawasan Gapura Gladag yang mengarah ke Alun-alun Utara Keraton Surakarta. Dalam beberapa hari terakhir, atribut serupa juga muncul di sejumlah ruas jalan utama, termasuk kawasan Barong serta Jalan Dr. Radjiman, Laweyan.

Pemasangan baliho tersebut disebut tidak hanya dilakukan di Solo. Sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur juga masuk dalam agenda pemasangan berikutnya.

>>> Menteri Keuangan Tegaskan Kas Negara Kuat Capai Rp 513 Triliun

LDA Sebut Pemasangan Baliho Sedang Berjalan

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi, membenarkan bahwa pemasangan baliho merupakan bagian dari program yang sedang dijalankan.

Menurut dia, beberapa wilayah telah lebih dulu memasang baliho serupa, di antaranya Kudus dan Demak. Dalam waktu dekat, pemasangan juga direncanakan menjangkau Ngawi, Boyolali, Madiun, Grobogan, Sragen, Ponorogo, Pacitan, Nganjuk, Malang Raya, Jepara, hingga Magelang.

Saat dimintai penjelasan mengenai makna kemunculan baliho tersebut, terutama terkait suksesi Keraton Surakarta setelah wafatnya PB XIII, Eddy tidak memberikan penegasan khusus.

Ia mempersilakan masyarakat menafsirkan sendiri pesan yang terkandung dalam baliho itu.

“Monggo dimaknai seperti apa. Bisa ke dalam, ke internal keraton, bisa juga ke pemerintah. Luas pengertiannya,” ujarnya.

Eddy menjelaskan pemasangan dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Lahir Pancasila. Menurutnya, pesan yang dibawa berkaitan dengan keberlanjutan nilai adat, budaya, dan kebangsaan.