Pemerintah Uruguay secara resmi menghapus persyaratan visa bagi warga negara Tiongkok yang memegang paspor biasa. Kebijakan ini mulai berlaku pada Jumat, 5 Juni 2026.

Langkah tersebut diambil sebagai strategi untuk memperkuat hubungan bilateral, sektor pariwisata, dan kerja sama ekonomi antara kedua negara.

>>> FIM Tolak Banding Leopard Racing, Diskualifikasi Adrián Fernández Tetap Berlaku

Kementerian Luar Negeri Uruguay menyatakan bahwa kebijakan baru ini bertujuan mempermudah akses perjalanan bagi warga Tiongkok.

Kemudahan ini berlaku untuk keperluan pariwisata, perjalanan bisnis jangka pendek, maupun kegiatan pertukaran antarmasyarakat.

Dampak Positif bagi Pariwisata dan Perdagangan

Para pengamat memprediksi kebijakan ini akan memberikan stimulus positif bagi industri pariwisata Uruguay.

Negara Amerika Selatan tersebut saat ini gencar membidik pasar wisatawan internasional di luar kawasan Amerika Latin.

Sektor perdagangan juga diharapkan ikut terdongkrak.

>>> Perbandingan iPhone 14 Pro vs iPhone 15 pada 2026, Mana yang Lebih Unggul?

Kerja sama baru ini akan memfasilitasi aktivitas promosi perdagangan, riset pasar, hingga penjajakan peluang investasi bagi pelaku bisnis dari kedua pihak.

Langkah ini sejalan dengan agenda strategis jangka panjang Uruguay yang ingin mendiversifikasi mitra ekonomi dan menarik arus modal internasional yang lebih besar.

Saat ini, Tiongkok tercatat sebagai pasar ekspor terbesar sekaligus mitra dagang utama Uruguay di sektor infrastruktur, pertanian, peternakan, dan pangan.

Para ahli menilai kebijakan Uruguay mencerminkan tren global, di mana banyak negara mulai melonggarkan aturan perjalanan demi mempererat hubungan dengan Tiongkok.

>>> 6 Alasan Samsung Galaxy A37 5G Jadi Pilihan Terbaik di 2026

Sebelum pandemi Covid-19, jumlah pelancong asal Tiongkok ke luar negeri mencapai ratusan juta orang per tahun, menjadikannya salah satu sumber wisatawan dengan pengeluaran tinggi terbesar di dunia.