Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Jumat (5/6/2026).

Indeks ambles 4,20% ke level 5.594,76, posisi terendah dalam lima tahun terakhir.

>>> Timnas Indonesia Kalahkan Oman 3-0 di SUGBK, Putus Tren Buruk 38 Tahun

Pelemahan ini turut mendorong kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) keluar dari level psikologis Rp10.000 triliun.

Berdasarkan data statistik BEI, market cap bursa kini berada di Rp9.807 triliun atau setara US$544 miliar.

Sebelumnya, pada perdagangan Kamis (4/6/2026), kapitalisasi pasar BEI masih bertahan di angka Rp10.263 triliun.

Angka psikologis Rp10.000 triliun pertama kali ditembus pada 25 Juli 2023.

Emiten dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) kini menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar, mencapai Rp619 triliun.

Posisi kedua ditempati PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) milik Prajogo Pangestu dengan nilai Rp480 triliun.

>>> Hongaria Taklukkan Finlandia 2-1 di Puskas Arena

Selanjutnya, PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) milik Anthoni Salim dan Otto Toto Sugiri menyusul dengan kapitalisasi pasar Rp430 triliun.

Kondisi ini berbalik drastis dibanding awal tahun.

Pada 2 Januari 2026, IHSG masih berada di level 8.748,13 dengan kapitalisasi pasar Rp16.014 triliun.

Saat itu, BREN memimpin dengan market cap Rp1.294 triliun, disusul BBCA Rp979 triliun, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) Rp759 triliun.

Namun, kini saham DSSA sudah terlempar dari 10 besar emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa.

>>> Bulgaria Kalahkan Moldova 1-0 Lewat Formasi Ofensif

Secara year to date, IHSG telah melemah 35,3% dari level awal tahun.