Thailand Sepakat Ikuti Arbitrase Maritim PBB dengan Kamboja
Pemerintah Thailand mengumumkan kesiapan mereka pada Jumat, 5 Juni 2026, untuk terlibat dalam proses arbitrase Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diinisiasi oleh Kamboja.
Langkah ini bertujuan menyelesaikan perselisihan batas maritim kedua negara yang telah berlangsung lebih dari 25 tahun.
>>> FIM Diskualifikasi Adrián Fernández dari Enam Balapan Moto3 Akibat Manipulasi Motor
Kamboja mengambil langkah hukum melalui mekanisme konsiliasi wajib di bawah Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS).
Keputusan ini diambil setelah Bangkok membatalkan kesepakatan kerangka kerja tahun 2001 secara sepihak.
Kawasan laut seluas 26.000 kilometer persegi di Teluk Thailand tersebut menjadi rebutan karena menyimpan potensi gas alam sebesar 12 triliun kaki kubik dan minyak bernilai 300 miliar dolar AS.
Sikap Thailand dan Kamboja
Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, menyatakan kekecewaannya karena Kamboja turut membawa isu pembagian sumber daya ke dalam meja perundingan.
Meski demikian, Bangkok tetap mengirimkan dua perwakilan ke sidang PBB tersebut.
"I told my Cambodian colleagues, ‘Why don’t we give talks a chance? Six months or something,’" ujar Sihasak.
Ia menilai pembicaraan bilateral seharusnya masih bisa diupayakan sebelum melangkah ke ranah hukum internasional yang lebih formal.
>>> Bert Verbruggen Tegaskan Belanda Siap Beri Kejutan di Piala Dunia 2026
Di sisi lain, pengacara asal Kamboja, Samantha Yem, memberikan apresiasi besar terhadap keputusan Pemerintah Kerajaan Kamboja. Ia menilai langkah ini memperkuat supremasi hukum dan diplomasi berbasis aturan internasional.
"Choosing a legal pathway during a period of disagreement reflects confidence, discipline and respect for international norms," kata Yem.
Menurutnya, langkah ini menjadi preseden penting bagi negara-negara Asia Tenggara dalam mengelola konflik kedaulatan tanpa mengorbankan stabilitas kawasan.
Update Terbaru
Materi PAI Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 Lengkap
Selasa / 21-07-2026, 16:39 WIB
Pemerintah Percepat Pembangunan 5.000 Jembatan Desa Hingga Akhir 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Istana Harap Menteri PU Perbaiki Cara Komunikasi
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Quartararo Resmi Pindah ke Honda di MotoGP 2027
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,74 Persen ke Level 6.340
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
4 HP RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Performa Lancar untuk Multitasking
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
FIFA Selidiki Pemain Argentina Usai Kericuhan Final Piala Dunia 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
LSF: Baru 46 Persen Anak Indonesia Tonton Film Sesuai Usia
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
KRAFTON India Rilis Roadmap Esports BGMI Paruh Kedua 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Panduan Usia dan Cara Memilih Sabun Cuci Muka Acnes yang Tepat
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Stop Facial Bulanan, Dokter Rekomendasikan 4 Serum untuk Kecilkan Pori-pori
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Panduan Benar: Apakah Setelah Pakai Viva Milk Cleanser Perlu Cuci Muka?
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Video Baru Mungkin Jadi Rekam Terakhir Nolan Wells Sebelum Hilang
Selasa / 21-07-2026, 16:19 WIB
Alasan Persib Ngotot Rebut Mariano Peralta dari Persija
Selasa / 21-07-2026, 16:19 WIB







