Uber kembali menggelontorkan investasi besar di sektor kendaraan otonom.

Kali ini, perusahaan ride-hailing tersebut mengucurkan dana hingga 500 juta dolar AS atau sekitar Rp 8 triliun ke Nuro, startup yang awalnya mengembangkan kendaraan pengiriman otonom.

>>> Dishub DKI Jakarta Kembali Gelar Car Free Day di Rasuna Said

Langkah ini menandai perubahan strategi Uber setelah insiden fatal pada 2018. Saat itu, salah satu mobil otonom Uber menabrak dan menewaskan seorang pengendara sepeda di Tempe, Arizona.

Sejak kejadian tersebut, Uber menghentikan program pengembangan teknologi otonom internalnya.

Alih-alih membangun sendiri, Uber kini memilih bermitra dengan beberapa perusahaan robotaxi. Nuro menjadi salah satu mitra utama setelah sebelumnya sukses mengembangkan kendaraan pengiriman otonom berukuran kecil.

Investasi Bertahap dan Target Pengembangan

Investasi Uber di Nuro dilakukan secara bertahap.

Pada akhir 2025, Uber ikut serta dalam putaran pendanaan Nuro senilai 203 juta dolar AS yang menilai startup tersebut sebesar 6 miliar dolar AS.

Setelah Nuro mencapai sejumlah pencapaian pengembangan dan komersial, Uber menambah investasinya.

>>> Marc Marquez Tercepat di FP1 MotoGP Hungaria 2026

Tambahan dana tersebut bergantung pada pencapaian target berikutnya, termasuk pengujian kendaraan tanpa pengemudi keselamatan dan mulai mengangkut penumpang sungguhan.

Nuro juga berencana memperluas layanan robotaxi pada 2027.

Kendaraan yang digunakan adalah Lucid Gravity SUV yang dimodifikasi dengan sistem otonom Nuro Driver Level 4 dan didukung komputer kendaraan Nvidia Drive AGX Thor.

Selain Nuro, Uber juga telah berkomitmen menginvestasikan 500 juta dolar AS ke Lucid sebagai bagian dari usaha robotaxi.

Uber juga berjanji mengucurkan hingga 1,25 miliar dolar AS ke Rivian hingga 2031 untuk mengembangkan armada robotaxi berbasis SUV listrik R2.

>>> Chevrolet Onix 2027 Punya Ground Clearance Lebih Tinggi dari Ford Explorer

Armada Rivian diperkirakan mencapai 50.000 kendaraan, dengan 10.000 unit akan mulai beroperasi pada 2028. Dengan strategi ini, Uber tidak menaruh semua telur otonomnya dalam satu keranjang.