Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ditutup melemah 4,09 persen ke level Rp 3.280 per lembar pada akhir sesi I perdagangan Jumat (5/6/2026).

Penurunan ini melanjutkan tren negatif saham BBNI yang telah memerah dalam beberapa hari perdagangan sebelumnya.

>>> Panduan Lengkap Menggunakan Poket Valas myBCA untuk Pemula

Volume perdagangan saham BBNI tercatat mencapai 42,55 juta saham dengan frekuensi 12.454 kali pada paruh pertama hari ini.

Nilai transaksi total yang dibukukan mencapai Rp 141,52 miliar.

Aksi jual oleh investor asing turut mewarnai pergerakan saham emiten perbankan ini.

Berdasarkan data BRI Danareksa Sekuritas, net sell investor asing dari segi volume mencapai 18 juta saham dengan estimasi nilai sekitar Rp 59 miliar pada sesi I.

Pelemahan hari ini memperpanjang catatan koreksi saham BBNI di bursa.

Pada perdagangan 3 Juni dan 4 Juni, saham bank milik negara ini juga ditutup memerah masing-masing minus 5,05 persen dan minus 4,20 persen.

>>> Jepang Gencar Kumpulkan Minyak Jelantah untuk Bahan Bakar Pesawat

Penurunan harga membuat valuasi saham BBNI semakin murah secara kalkulasi pasar.

Rasio price to book value (PBV) emiten kini berada di angka 0,76 kali, hampir setara dengan minus 2 standar deviasi PBV tiga tahun terakhir di 0,75 kali.

Rasio price earning (PER) perusahaan berada di angka 6,02 kali (TTM), di bawah minus 2 standar deviasi PE standard deviation BBNI tiga tahun terakhir yang berada di 6,39 kali.

Meski tren menurun, analis pasar modal masih memberikan penilaian positif terhadap prospek emiten.

Mandiri Sekuritas dalam Equity Valuation yang dirilis Jumat ini tetap memberikan rekomendasi beli untuk saham BBNI dengan target harga di level 4.600.

>>> Sassuolo Resmi Putus Kontrak Fabio Grosso, Jay Idzes Hadapi Pelatih Baru

Sebagai catatan, Bank Negara Indonesia telah membayarkan dividen tunai tahun buku 2025 dengan nilai total Rp 13,03 triliun atau Rp 349,41 per saham pada 7 April 2026.