Khutbah Jumat 12 Juni 2026 Mengingat Bekal Iman dan Amal untuk Kehidupan Akhirat
Makna Jihad dalam Kehidupan Sehari-hari
Khutbah juga menegaskan bahwa jihad tidak semata dipahami sebagai perjuangan di medan perang. Jihad mencakup kesungguhan seorang Muslim dalam menjalankan perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya.
Seorang ayah yang mencari nafkah dengan cara halal termasuk dalam perjuangan tersebut. Demikian pula seorang ibu yang membesarkan anak-anaknya dengan pendidikan akhlak yang baik. Pelajar yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu, pedagang yang menjaga kejujuran, pejabat yang memegang amanah, hingga seseorang yang berusaha mengendalikan amarah dan hawa nafsunya juga menjalankan jihad di jalan Allah.
Dengan demikian, jihad hadir sangat dekat dalam aktivitas harian umat Islam. Setiap upaya mempertahankan kebaikan dan menjauhi keburukan merupakan bagian dari perjuangan seorang hamba menuju ridha Allah SWT.
Tiga Bentuk Jihad Menurut Imam Fakhruddin Ar-Razi
Dalam penjelasannya, khatib mengutip pandangan Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam Tafsir Mafâtîhul Ghaib yang membagi jihad ke dalam tiga bentuk.
- Jihad terhadap diri sendiri, yaitu menundukkan hawa nafsu dan menjauhkan diri dari syahwat yang dilarang.
- Jihad terhadap sesama manusia, yakni menghilangkan sifat tamak serta memperkuat kasih sayang dan kepedulian.
- Jihad terhadap dunia, yaitu menjadikan kehidupan dunia sebagai sarana untuk meraih keselamatan akhirat, bukan sebagai tujuan utama.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa perjuangan seorang Muslim tidak hanya berkaitan dengan urusan lahiriah, tetapi juga mencakup pembinaan diri, hubungan sosial, serta cara memandang kehidupan dunia.
Menjaga Dua Bekal Terbesar
Khutbah menekankan bahwa keselamatan di akhirat tidak diperoleh secara tiba-tiba. Ia dibangun melalui keimanan yang terus dijaga dan amal saleh yang dikerjakan sepanjang hayat.
Iman dan amal saleh tidak dapat dipisahkan. Iman menjadi akar yang menghidupkan, sedangkan amal saleh merupakan buah yang tampak dalam kehidupan. Kuatnya akar akan melahirkan buah yang baik, sementara keberadaan buah menjadi tanda bahwa akar masih hidup dan terpelihara.
Karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk memperkuat salat, memperbanyak sedekah, berbakti kepada orang tua, menolong sesama, menjaga kejujuran, serta meningkatkan ketakwaan. Semua kebaikan tersebut akan menjadi bekal yang bernilai ketika manusia berdiri di hadapan Allah SWT.
Di saat seluruh kebanggaan dunia tidak lagi memiliki arti, iman yang kokoh dan amal saleh yang terus bertambah menjadi harapan terbesar bagi seorang hamba untuk memperoleh ampunan, rahmat, dan kemenangan di akhirat.
Update Terbaru
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Hadirkan Lintas Musisi dan Pameran Terbesar
Jumat / 05-06-2026, 14:04 WIB
Bank Indonesia Dukung Pengesahan Revisi UU PPSK oleh DPR
Jumat / 05-06-2026, 14:04 WIB
BNI Perkuat Pembiayaan Hijau dan Targetkan Net Zero Emissions
Jumat / 05-06-2026, 14:02 WIB
Inflasi Medis 15,1% Tahun Ini, Klaim Asuransi Kesehatan Melonjak
Jumat / 05-06-2026, 14:01 WIB
Pasar Saham Indonesia Melemah di Tengah Penguatan Emerging Market
Jumat / 05-06-2026, 14:00 WIB
Veda Ega Pratama Siap Taklukkan Sirkuit Balaton Park Moto3 Hungaria
Jumat / 05-06-2026, 13:57 WIB
AMRT Pastikan Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih Tidak Tutup Alfamart
Jumat / 05-06-2026, 13:57 WIB
Laba Asuransi Jiwa Tembus Rp7,85 Triliun per Maret 2026
Jumat / 05-06-2026, 13:56 WIB
Cara Beli Tiket Nobar Indonesia vs Oman di CGV, Harga Mulai Rp75 Ribu
Jumat / 05-06-2026, 13:56 WIB
Daftar Redeem Code Fish It Roblox Juni 2026 Terbaru dan Cara Klaim
Jumat / 05-06-2026, 13:56 WIB
Selisih Umur Hassan Alaydrus dan Audrey Jesslyn Berapa? Inilah Biodata Selebgram yang Resmi Menikah di KUA Tebet
Jumat / 05-06-2026, 13:55 WIB
Indonesia vs Oman: Jadwal FIFA Matchday, Prediksi Susunan Pemain dan Siaran Langsung
Jumat / 05-06-2026, 13:53 WIB
Kode Redeem Fish It Roblox Juni 2026: Klaim Hadiah Gratis
Jumat / 05-06-2026, 13:52 WIB
13 HP Baterai Jumbo 6.000-9.000 mAh Terbaru Mei 2026, Mulai Rp 1 Jutaan
Jumat / 05-06-2026, 13:52 WIB






