Khutbah Jumat 12 Juni 2026 Mengingat Bekal Iman dan Amal untuk Kehidupan Akhirat

Setiap manusia sedang menempuh perjalanan yang ujungnya sama, yakni kematian. Tidak ada seorang pun yang dapat menghindarinya. Saat waktu itu tiba, seluruh urusan dunia akan ditinggalkan dan setiap hamba kembali kepada Allah SWT untuk mempertanggungjawabkan kehidupannya.

Harta yang dikumpulkan selama bertahun-tahun, kedudukan yang pernah diraih, maupun berbagai kebanggaan dunia tidak akan ikut masuk ke alam kubur. Yang menyertai seseorang hanyalah apa yang telah dipersiapkan selama hidupnya berupa keimanan dan amal kebaikan.

Dalam khutbah Jumat pekan ini, jamaah diajak meninjau kembali bekal yang benar-benar bernilai ketika menghadap Allah SWT. Al-Qur'an menyebutkan dua perkara yang menjadi jalan keselamatan, yakni iman yang teguh serta amal saleh yang lahir dari keikhlasan.

Perdagangan yang Tidak Pernah Merugi

Khatib mengawali nasihat dengan mengingatkan firman Allah SWT dalam Surat Ash-Shaff ayat 10 hingga 12 yang menawarkan sebuah perdagangan yang menyelamatkan manusia dari azab yang pedih.

Dalam ayat tersebut, Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman untuk menguatkan keyakinan kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya, serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa. Balasan yang dijanjikan bukan keuntungan dunia, melainkan ampunan dan surga.

Penggunaan istilah perdagangan dalam ayat itu dinilai dekat dengan kehidupan manusia. Setiap orang memahami untung dan rugi. Namun berbeda dengan transaksi dunia yang dapat berakhir dengan kegagalan, perdagangan dengan Allah SWT tidak akan merugikan mereka yang menjaga iman dan memperbanyak amal saleh.

Modal utama dalam perdagangan tersebut adalah keimanan. Dari iman itulah lahir berbagai bentuk ketaatan. Amal yang besar tidak memiliki nilai tanpa iman, sementara iman yang benar akan mendorong seseorang untuk berbuat baik dalam kehidupannya sehari-hari.