"Kinerja empat bank besar sejauh ini masih solid pada empat bulan pertama 2026. BBCA dan BBRI juga masih mencatatkan pertumbuhan laba bersih," ujarnya.

Nafan menambahkan bahwa fluktuasi kurs rupiah berdampak lebih kuat terhadap keputusan investasi asing karena keterikatan sektor perbankan dengan indikator makroekonomi domestik.

"Sektor perbankan memiliki korelasi erat dengan kondisi makro domestik. Pelemahan kurs rupiah dapat memicu aksi offload investor asing," kata Nafan.

Meskipun tekanan masih berlanjut, Nafan merekomendasikan pembelian bertahap dengan target harga Rp 8.375 untuk BBCA dan Rp 3.670 untuk BBRI.

Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Aziz Setiyo Wibowo, melihat pola candle doji pada pergerakan saham BBCA yang menandakan pergerakan harga di rentang terbatas.

Menurut Aziz, saham BBCA berpeluang memantul menuju kisaran Rp 5.875 hingga Rp 5.900 per saham dengan batas support pada level Rp 5.300.

>>> Rawat Sistem Pendingin Jadi Kunci Utama Usia Baterai Mobil Listrik

Untuk BBRI, Aziz menetapkan area support di level Rp 2.780 per saham dan memproyeksikan target harga jangka pendek di kisaran Rp 3.070 per saham karena valuasinya yang sudah relatif murah.