Misteri di balik sifat unik air seperti kemampuan menyesuaikan tempat, membeku, hingga mendidih akhirnya terpecahkan oleh para ilmuwan.

Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Science Vol. 391, No. 6792 pada 26 Maret 2026.

>>> IHSG Amblas 1,7 Persen ke Level 5.839 Jelang Akhir Pekan

Tim peneliti dipimpin Profesor Kyung Hwan Kim dari Departemen Kimia Pohang University of Science and Technology.

Mereka berhasil mengamati liquid-liquid critical point (LLCP) atau titik kritis cair-cair pada air, yang selama puluhan tahun menjadi teka-teki sains.

Hipotesis LLCP merujuk pada kondisi ekstrem di mana dua fase cair dari air menyatu dan tidak dapat dibedakan.

Pembuktian teori ini sulit karena titik kritis diprediksi berada pada fase superdingin dengan suhu sekitar -40°C hingga -70°C.

Para ilmuwan menjuluki rentang suhu ini sebagai zona tanah tak bertuan atau no-man's-land.

Tantangan terbesar adalah air pada suhu di bawah -40°C membeku lebih cepat daripada kemampuan alat ukur konvensional.

Teknologi Laser Sinar-X Membuka Jalan

Kebuntuan eksperimental teratasi berkat teknologi laser elektron bebas sinar-X (XFEL).

XFEL mampu menghasilkan sinar-X dengan intensitas sangat kuat dan merekam pergerakan molekul dalam sepersepuluh triliun detik.

>>> Timnas Indonesia Hadapi Oman di FIFA Matchday Juni 2026

Penelitian ini berlangsung bertahap sejak beberapa tahun lalu.

Pada 2017, tim ilmuwan berhasil mengamati air cair hingga suhu -45°C, membuktikan bahwa wilayah yang dianggap mustahil dapat dieksplorasi.

Pada 2020, pendekatan eksperimental disempurnakan dengan es amorf, memperluas jangkauan pengukuran hingga -70°C dan membuktikan dua bentuk cair berbeda pada kondisi ultradingin.

Dalam studi terbaru, para ilmuwan mengamati perubahan air berdasarkan variasi suhu dan tekanan secara lebih mendalam.

Mereka melaporkan pengamatan langsung pertama terhadap LLCP pada suhu sekitar -60°C.

Pada titik tersebut, air bertransisi dari dua bentuk cairan berbeda menjadi satu bentuk cairan baru yang disebut superkritis.

Visualisasi langsung ini mengungkap asal-usul fundamental perilaku air yang menakjubkan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa air melibatkan dua jenis cairan berbeda yang saling memperebutkan dominasi.

>>> Kemensos Buka 5.127 Formasi PPPK Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat 2026

Dampak karakteristik unik ini memicu berbagai efek fisik, seperti air mencapai kepadatan tertinggi pada suhu 4°C.