Gelandang Uruguay itu awalnya diproyeksikan sebagai jangkar utama, namun kemampuannya merebut dan mempertahankan bola dinilai belum optimal.

Rentetan keputusan rekrutmen yang kurang tepat sempat membuat reputasi transfer Manchester United mendapat sorotan. Rencana kedatangan Ederson kali ini dipandang sebagai langkah yang lebih terukur dan meyakinkan.

Rekam Jejak Kompetisi Eropa

Ederson hanya butuh setengah musim bersama Salernitana untuk meyakinkan Atalanta membelinya dengan nilai sekitar 20 juta paun saat awal tiba di Eropa.

Ia juga menunjukkan performa impresif saat menghadapi tim Inggris di kompetisi Eropa.

Salah satu penampilan terbaiknya terjadi saat membantu Atalanta meredam agresivitas Liverpool pada semifinal Liga Europa 2024.

Berdasarkan data Gradient Sports, Ederson menempati urutan ketiga sebagai gelandang tengah dengan nilai atletisme tertinggi di lima liga top Eropa, dengan skor 99,2.

Ia juga mencatat jarak sprint terjauh di antara gelandang tengah lain di lima liga top Eropa, yakni 8,98 kilometer per pertandingan.

Catatan tersebut tetap di atas rata-rata Serie A, meski pergantian pelatih sempat membuat performanya sedikit fluktuatif musim lalu.

>>> Veda Pratama Kembali Puncaki Klasemen Rookie Moto3 Usai Uriarte Didiskualifikasi

Penurunan performa sesaat itu membuatnya tidak masuk skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026. Situasi ini justru menguntungkan Manchester United untuk mendapatkannya dengan harga lebih terjangkau.