Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyetujui perombakan besar-besaran terhadap struktur regulasi pada Rabu (4/6).

Langkah ini merupakan respons atas audit Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang mengungkap kelemahan sistemik organisasi.

>>> Premier League 2025/2026 Usai, Dua Pemain Ini Rajai Top Skor dengan 15 Gol

Audit AFC bermula dari dugaan penggunaan dokumen manipulasi untuk mendaftarkan tujuh pemain naturalisasi pada kualifikasi Piala Asia.

Pada Maret lalu, AFC membatalkan kemenangan Malaysia atas Nepal dan Vietnam, yang secara otomatis mengakhiri peluang Malaysia melaju ke babak selanjutnya.

Penilaian AFC di Bawah Standar

Hasil audit menunjukkan FAM berada di bawah dua dari lima pada mayoritas aspek utama, mencakup bidang hukum, organisasi, keuangan, dan pengembangan sepak bola.

Wakil Sekretaris Jenderal AFC, Vahid Kardany, menyatakan bahwa skor tersebut menempatkan FAM pada tingkat pra-menengah dalam hal organisasi.

>>> Rico Waas Tegaskan APBD Medan Tak Dibebani Biaya Akomodasi Piala AFF U-19

Selain itu, FAM disebut menjalankan operasional tanpa persetujuan anggaran resmi sejak 2016. Pelanggaran regulasi anggaran ini berlangsung lama dan baru terungkap setelah audit AFC.

Menanggapi temuan tersebut, 18 afiliasi FAM dalam Kongres Luar Biasa secara bulat menyetujui 94 amendemen statuta yang direkomendasikan AFC.

Perubahan meliputi restrukturisasi komite eksekutif dan penghapusan jabatan wakil presiden.

Namun, nasib tujuh pemain naturalisasi yang menjadi pemicu audit masih belum jelas. Mantan Presiden FAM, Hamidin Amin, mengatakan pembahasan akan dilakukan setelah pemilihan pengurus baru pada September mendatang.

>>> Bung Towel Soroti Absennya Adam Alis dan Ricky Fajrin di Skuad Timnas Pilihan Herdman

Penyelesaian masalah dokumen pemain ditunda hingga reorganisasi internal selesai.