Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan terkait tekanan hebat di pasar saham Indonesia.

Ia menilai kemerosotan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini lebih dipicu oleh maraknya isu negatif.

>>> OG Mundur dari PGL Wallachia S8, Virtus.pro Resmi Jadi Pengganti

Purbaya menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Rabu (3/6/2026).

Ia berpendapat bahwa rumor yang berkembang di dalam negeri telah memengaruhi persepsi lembaga pemeringkat internasional terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Dampak Rumor Terhadap Kepercayaan Global

Salah satu contoh dampak rumor adalah kekhawatiran mengenai penurunan peringkat utang Indonesia oleh Standard & Poor's (S&P).

Padahal, Purbaya menegaskan bahwa dirinya baru akan melakukan pertemuan resmi dengan pihak S&P untuk membahas kondisi terkini.

Dari sisi kebijakan fiskal, Purbaya menjamin bahwa situasi keuangan negara tetap stabil dan aman.

Ia menegaskan tidak ada kendala mendasar yang perlu dikhawatirkan oleh pelaku pasar maupun masyarakat luas.

Menteri Keuangan meminta para investor untuk tetap tenang dan tidak cemas menghadapi fluktuasi pasar modal saat ini. Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan performa yang solid.

Penurunan tajam IHSG dianggap sebagai reaksi sesaat akibat aksi jual yang dipicu sentimen negatif. Purbaya meyakini kondisi koreksi ini hanya akan berlangsung dalam jangka pendek.

>>> Pemerataan Pendidikan di Lereng Sumbing-Merbabu, Gubernur Siapkan Survei 2026

Indikator Ketahanan Ekonomi Nasional

Ketangguhan ekonomi domestik masih terlihat dari realisasi pendapatan pajak dan aktivitas perputaran uang. Tingkat konsumsi masyarakat juga masih sangat aktif sebagai motor penggerak pertumbuhan.

Purbaya mengamati bahwa pusat-pusat keramaian di Jakarta tetap padat, menandakan daya beli masyarakat masih cukup kuat.