Valve tengah menghadapi dua tuntutan hukum terkait dugaan praktik antimonopoli di Amerika Serikat dan Inggris. Gugatan tersebut mempersoalkan kebijakan Platform Parity Obligations yang diterapkan Steam.

Aturan itu dinilai melarang publisher menjual game dengan harga lebih murah di platform kompetitor. Proses hukum di Inggris masih berjalan setelah Valve gagal menghentikan gugatan.

>>> Gamee Prizes Bagikan Hadiah Ribuan Dolar AS pada 3 Juni 2026

Dalam persidangan di AS, bos Valve Gabe Newell telah memberikan kesaksian pada 2023. Ia menolak keras anggapan bahwa Steam melakukan monopoli pasar.

Newell menyatakan pemain memiliki banyak alternatif untuk mendapatkan game. Konsumen bisa membeli melalui konsol Xbox, Epic Games Store, atau langsung dari situs developer.

Pernyataan itu memperkuat posisi hukum Valve yang menilai platform mereka unggul karena inovasi, bukan penguasaan pasar tidak sehat.

Manajemen Valve juga membantah adanya aturan Platform Parity Obligations.

>>> Kode Redeem Neverness to Everness Mei 2026, Klaim Hadiah Gratis

Newell menegaskan tidak ada kebijakan intervensi terhadap harga produk developer pihak ketiga di platform lain. Saat ditanya soal potensi intimidasi harga, ia merespons diplomatis.

Ia menyatakan sebagian besar mitra bisnis dan pelanggan puas dengan layanan Valve. Meski demikian, data industri menunjukkan Steam masih dominan di PC gaming.

Platform Valve menguasai sekitar 75% pangsa pasar global. Angka itu jauh di atas kompetitor terdekat, Epic Games Store, yang hanya 8-10%.

Dominasi Steam semakin kuat di awal 2026. Marketplace ini memecahkan rekor 41,81 juta pengguna aktif bersamaan pada Januari 2026.

>>> 24 Pengumuman Game di State of Play Juni 2026

Pada 2025, pendapatan Steam mencapai 16,2 miliar dolar AS. Angka fantastis ini menunjukkan kekuatan finansial platform tersebut.