Saat itu, ia menjabat Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur yang mengusung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Di luar aktivitas politik, Nanik juga aktif dalam kegiatan sosial. Ia tercatat sebagai Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional yang bergerak dalam penyaluran bantuan kepada kelompok masyarakat rentan.

Pada 2018, namanya sempat muncul dalam pemberitaan setelah dimintai keterangan sebagai saksi oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait penyelidikan kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Perjalanan di Lingkungan Pemerintahan

Kepercayaan pemerintah terhadap Nanik terlihat dari sejumlah penugasan yang diterimanya sejak 2024.

Ia dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024 untuk masa jabatan 2024–2029.

Pada Juni 2025, Nanik dipercaya menjadi Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) melalui keputusan para pemegang saham perusahaan energi milik negara tersebut.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya 17 September 2025, ia diangkat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Pada saat yang sama, ia diberhentikan dengan hormat dari jabatannya di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.

Pada Agustus 2025, Presiden menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Pratama kepada Nanik. Penghargaan itu diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/TK/Tahun 2025.

Tantangan Baru Memimpin BGN

Penunjukan Nanik sebagai Kepala BGN membuatnya kini memegang tanggung jawab penuh atas pelaksanaan program-program lembaga tersebut, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah menyebut pergantian pimpinan merupakan bagian dari evaluasi berkala terhadap kinerja organisasi. Melalui kepemimpinan baru, pemerintah berharap percepatan program dapat segera dilakukan bersamaan dengan peningkatan tata kelola lembaga.

"Bapak Presiden terus mendengarkan dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak, baik dari kementerian-kementerian terkait maupun dari masyarakat, termasuk dari para penerima manfaat dari program makan bergizi gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.

Ia menambahkan pemerintah berharap kepemimpinan baru mampu meningkatkan kinerja organisasi dan memastikan manfaat program gizi dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas, terutama dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia Indonesia.