Barnes berbicara berdasarkan pengalaman pribadinya selama aktif bermain dan membela negara di berbagai turnamen internasional.

Ia pernah merasakan langsung betapa pedihnya tersingkir dari Piala Dunia setelah kalah dari tim raksasa seperti Argentina dan Jerman Barat.

Pengalaman masa lalu tersebut memberikan pelajaran berharga baginya mengenai betapa sulitnya memenangkan turnamen sekelas Piala Dunia.

>>> Apa Penyebab Slamet Suradio Meninggal Dunia? Inilah Kronologi Tewasnya Masinis Tragedi Bintaro 1987, Benarkah Akibat Serangan Jantung?

"Menaruh harapan agar Inggris menjuarai turnamen ini adalah sesuatu yang tidak realistis bagi saya," ujar Barnes tegas.

Ia menambahkan bahwa fenomena ekspektasi yang melangit ini bukanlah hal baru bagi publik sepak bola di negaranya.

"Kita adalah Inggris, dan kita memang sering kali terjebak dalam ekspektasi yang tidak realistis," lanjutnya.

Definisi Kegagalan dalam Turnamen

Barnes memberikan perspektif baru mengenai apa yang layak disebut sebagai kegagalan bagi tim nasional dalam sebuah kompetisi besar.

Baginya, kegagalan yang sebenarnya bukan terletak pada ketidakmampuan menjadi juara, melainkan jika tim tersebut tidak bisa bersaing di level tertinggi.

Ia menekankan bahwa selama Inggris mampu mencapai babak-babak akhir, maka performa mereka harus tetap diapresiasi secara objektif.

"Tidak menjadi juara Piala Dunia bukan berarti sebuah kegagalan total," tutur pria yang pernah menjadi ikon di Anfield tersebut.

Barnes menegaskan bahwa indikator kegagalan yang lebih tepat adalah apabila tim nasional tersingkir lebih awal dan tidak sanggup mencapai fase krusial.

Selama Inggris masih bisa bersaing dengan negara-negara elit lainnya, maka kualitas mereka tetap harus diakui.

Ia juga menyarankan agar target yang dipasang harus disesuaikan dengan posisi tim dalam peringkat kekuatan sepak bola dunia saat ini.

Jika sebuah tim berada di posisi lima atau enam besar dunia, maka target masuk perempat final atau semifinal sudah dianggap sebagai pencapaian yang realistis.

Barnes tidak bermaksud merendahkan kemampuan tim, melainkan mengajak semua pihak untuk lebih berpijak di bumi.

Meski bersikap skeptis soal target juara, Barnes tetap percaya bahwa skuad Inggris saat ini memiliki kapasitas yang luar biasa.

Ia melihat talenta yang ada dalam tim mampu membawa Inggris melangkah jauh dalam kompetisi yang akan digelar di tiga negara tuan rumah tersebut.

>>> BYD M6 DM Resmi Meluncur, Mobil Hybrid dengan Teknologi Dual Mode

"Skuad ini sudah pasti memiliki kemampuan yang cukup untuk melaju jauh di dalam kompetisi tersebut," pungkas Barnes dengan nada optimis.