Mitsubishi mengakui adanya tantangan besar di beberapa pasar kunci, termasuk Indonesia, Thailand, dan Australia.

Penurunan volume penjualan dan pendapatan di wilayah-wilayah tersebut dipicu oleh persaingan yang sangat intensif dari produsen otomotif asal China.

Selain itu, faktor stabilitas politik juga menjadi pertimbangan penting bagi keberlangsungan bisnis mereka.

Empat target utama dalam visi strategis Mitsubishi 2026-2030 meliputi: mencapai pertumbuhan pesat di Vietnam dan Filipina, mengoptimalkan potensi keuntungan di Thailand lewat lini model HEV, mendorong pertumbuhan bisnis dengan menonjolkan karakter khas produk seperti Triton dan Delica Mini, serta meminimalkan risiko kerugian di pasar China.

Regulasi Lingkungan dan Hambatan Operasional

Selain persaingan pasar, Mitsubishi juga menyoroti kendala dalam menentukan waktu peluncuran produk baru.

Faktor utamanya adalah seringnya terjadi perubahan regulasi lingkungan hidup yang ditetapkan oleh pemerintah di berbagai negara.

>>> Hasil Indonesia Open 2026: Dua Wakil Tuan Rumah Tumbang dari Jepang

Perubahan aturan emisi dan standar lingkungan memaksa produsen untuk terus menyesuaikan spesifikasi kendaraan. Hal ini berdampak pada jadwal produksi serta strategi pemasaran model-model andalan mereka di masa depan.