Otoritas Korea Selatan bergerak menindak dugaan praktik kenaikan harga hotel dan penyalahgunaan reservasi setelah anggota BTS mengkritik melonjaknya biaya akomodasi menjelang konser grup tersebut di Busan.

BTS dijadwalkan menggelar "BTS WORLD TOUR 'ARIRANG' IN BUSAN" pada 12-13 Juni, bertepatan dengan peringatan debut grup pada 13 Juni.

>>> Peabo Bryson Meninggal Dunia pada Usia 75 Tahun

Konser ini diperkirakan akan menarik puluhan ribu penggemar domestik dan internasional ke kota pelabuhan di tenggara Korea itu.

Namun, antusiasme terhadap acara tersebut dibayangi oleh keluhan tentang kenaikan biaya akomodasi yang tajam.

Menurut survei yang dilakukan Komisi Perdagangan Adil Korea dan Badan Konsumen Korea pada Mei, harga rata-rata penginapan di 135 fasilitas akomodasi di Busan selama periode konser 2,4 kali lebih tinggi dibandingkan akhir pekan di sekitarnya.

Tingkat motel naik rata-rata 3,3 kali lipat, sementara harga hotel meningkat 2,9 kali lipat. Beberapa properti dilaporkan mematok tarif lebih dari lima kali lipat tarif normal.

Dalam kasus ekstrem, kamar yang biasanya berharga sekitar 100.000 won ($73) terdaftar hingga 750.000 won, sementara akomodasi yang biasanya seharga 300.000 won dilaporkan ditawarkan hingga 1,8 juta won.

Penggemar juga menuding beberapa reservasi yang dilakukan sebelum pengumuman konser dibatalkan secara sepihak.

Sejumlah penggemar mengklaim bahwa penyedia akomodasi beralasan kelebihan pemesanan atau renovasi, lalu mendaftarkan kamar yang sama dengan harga jauh lebih tinggi.

Kontroversi serupa pernah terjadi pada 2022 menjelang konser gratis BTS "BTS 'Yet To Come' in BUSAN" yang mendukung pencalonan Busan sebagai tuan rumah World Expo 2030.

Saat itu, beberapa bisnis penginapan dituduh membatalkan reservasi dan menjual kembali kamar dengan harga lebih dari 10 kali lipat.