BYD semakin serius menaklukkan pasar otomotif Jepang. Pabrikan asal Tiongkok ini menyiapkan strategi untuk menghadirkan mobil listrik mungil terbaru mereka.

Langkah strategis itu dibuktikan dengan merekrut mantan insinyur senior Nissan. Langkah ini menjadi peringatan bagi produsen lokal Jepang yang mendominasi segmen kei car.

>>> Nanik S Deyang Ditunjuk Pimpin BGN, Ini Rekam Jejak Kariernya

Rekrut Pakar dari Nissan

BYD merekrut Hirohide Tagawa untuk mengembangkan proyek BYD Racco. Tagawa bukan orang baru di industri otomotif Jepang.

Ia dikenal sebagai tokoh kunci di balik model Nissan Sakura dan Nissan Dayz. Pengalamannya sejak era 1990-an menjadi aset berharga bagi BYD.

Keputusan ini dianggap sebagai taktik jitu untuk menyesuaikan produk dengan standar konsumen Jepang. Konsumen di Jepang dikenal teliti dan memiliki ekspektasi tinggi terhadap detail kendaraan mungil.

Dengan bantuan Tagawa, BYD optimis dapat melahirkan kendaraan listrik yang efisien dan sesuai kebutuhan fungsional. Ambisi ini dijadwalkan mulai terealisasi pada musim panas 2026.

Spesifikasi BYD Racco

BYD Racco menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) 20 kWh. Jarak tempuhnya mencapai 180 km berdasarkan pengujian WLTC.

Mobil ini mendukung pengisian daya cepat DC fast charging hingga 100 kW. Sistem keamanannya dilengkapi teknologi bantuan berkendara level 2+.

Desainnya mengusung konsep bodi tinggi dengan pintu geser belakang. Ini mempermudah mobilitas di gang-gang sempit perkotaan.

Spesifikasi tersebut menunjukkan BYD tidak main-main merancang mobil untuk pasar perkotaan yang padat. Penekanan pada sisi praktis dan kecepatan pengisian daya menjadi poin penting.

Tantangan Menembus Pasar Kei Car

Segmen kei car di Jepang memiliki regulasi yang sangat ketat. Aturan itu mencakup batasan dimensi fisik, efisiensi energi, hingga detail teknis motor penggerak.