Alih-alih memberlakukan peraturan, pemerintah berusaha mendorong konsensus di antara para pemangku kepentingan.

Badan konsultatif diharapkan dapat mencapai kesepakatan sukarela pada bulan Agustus.

Menteri Kebudayaan Chae Hwi-young menggambarkan inisiatif ini sebagai upaya untuk menormalkan struktur pendapatan industri sambil menciptakan ekosistem yang lebih sehat sehingga bioskop, distributor, produser, dan platform streaming dapat hidup berdampingan.

"Tujuannya bukan untuk memihak satu sisi, tetapi untuk menemukan solusi seimbang yang memaksimalkan pendapatan industri sambil meminimalkan efek samping yang tidak diinginkan," kata menteri.

Pemerintah juga telah memperluas langkah-langkah dukungan keuangan, termasuk subsidi untuk produksi anggaran menengah dan kampanye tiket diskon yang dirancang untuk mendorong orang menonton film di bioskop.

"Industri menghadapi keadaan sulit, tetapi semua peserta memahami bahwa solusi harus ditemukan bersama," kata Chae.

"Peran pemerintah adalah memfasilitasi diskusi dan membantu menciptakan kondisi untuk ekosistem yang berkelanjutan."

Meski demikian, pihak dalam industri percaya dukungan keuangan saja tidak akan cukup.

>>> Fans BTS di Taiwan Berdoa di Kuil demi Tiket Konser

Sementara pendanaan darurat dan langkah-langkah promosi dapat memberikan bantuan jangka pendek, pemulihan jangka panjang industri akan tergantung pada apakah pembuat film, investor, distributor, bioskop, dan platform streaming dapat membangun model bisnis yang sesuai dengan lingkungan media yang berubah dengan cepat.