Popularitas drama Korea atau drakor membuat banyak orang mulai mengenal kosakata dan ungkapan sehari-hari dalam bahasa Korea.

Namun, muncul kekhawatiran bahwa belajar hanya dari tontonan fiksi bisa memicu kesalahan pengucapan.

>>> Daftar Jurusan SMK di SPMB Jakarta 2026 Terbaru, Cek Syarat Khususnya!

Amelia Putri, pengajar Les Privat Bahasa Korea di Yogyakarta, menilai drakor tetap bermanfaat asalkan digunakan dengan metode tepat.

Menurutnya, kesalahan pelafalan biasanya terjadi karena pembelajar belum menguasai kosakata dan tata bahasa secara menyeluruh.

"Kalau menurutku membantu juga kok.

Bisa jadi salah pengucapan cuma karena belum tahu saja kosakatanya yang benar bagaimana maupun tata bahasa atau tenses-nya," ungkap Amelia saat diwawancarai pada Senin, 1 Juni 2026.

Drakor dan Variety Show sebagai Media Belajar

Amelia menjelaskan bahwa drama Korea sangat membantu dalam mengenal intonasi serta penggunaan bahasa dalam situasi percakapan nyata.

Dengan rutin mendengarkan percakapan dari penutur asli, kemampuan mendengarkan pembelajar akan terlatih secara alami.

Selain drakor, banyak murid Amelia justru merasa lebih cepat berkembang melalui tayangan variety show.

Acara hiburan atau reality show Korea menawarkan percakapan yang lebih spontan dan orisinal dibandingkan dialog drama yang sudah tersusun rapi.

"Selain buku, berdasarkan pengalaman murid-murid aku, rata-rata efektif dengan menonton variety show maupun reality show Korea selain drakor juga," kata Amelia.

Penyebab Kesalahan Pengucapan dan Cara Koreksi

Amelia memaparkan bahwa kekeliruan dalam melafalkan kata sering dipengaruhi oleh latar belakang bahasa ibu pembelajar.

Lidah dan telinga orang Indonesia terkadang masih menyesuaikan bunyi asing dengan bunyi yang biasa didengar sehari-hari.

"Kadang kan telinga orang asing mengikuti bahasa ibunya. Apalagi ini bahasa Korea bukan bahasa sehari-hari yang dipakai maupun didengar," tuturnya.