Suporter yang akan menyaksikan Piala Dunia 2026 secara langsung harus waspada terhadap barang bawaan mereka.

Perangkat vape sekali pakai atau disposable vape berpotensi menimbulkan masalah hukum serius selama turnamen.

>>> Timnas Portugal Jadikan Kenangan Diogo Jota Motivasi Raih Piala Dunia 2026

Peringatan ini menjadi perhatian besar karena rokok elektrik digunakan oleh jutaan orang. Namun, regulasi di negara penyelenggara memiliki perbedaan yang wajib dipatuhi.

Piala Dunia 2026 akan menjadi sejarah baru karena digelar di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Perbedaan Regulasi di Tiga Negara Tuan Rumah

Amerika Serikat dan Kanada hanya melarang penggunaan vape di area dalam stadion.

Sementara itu, Meksiko menerapkan kebijakan yang jauh lebih ketat dengan melarang total perangkat tersebut sejak awal tahun ini.

Kebijakan ketat Meksiko bahkan sudah dimasukkan ke dalam konstitusi negara. Pelancong yang nekat membawa rokok elektrik terancam sanksi hukum berat.

Otoritas bea cukai setempat menggunakan teknologi pemindai sinar-X untuk mendeteksi baterai lithium di dalam vape. Sebagian besar perangkat yang terdeteksi akan langsung disita di area perbatasan.

Wisatawan yang kedapatan memakai vape di tempat umum setelah lolos pemeriksaan perbatasan bisa dijatuhi denda hingga 3.000 peso Meksiko atau sekitar Rp3 juta.

Ancaman Status Perdagangan Ilegal dan Penjara

Dampak hukum tidak hanya sebatas penyitaan atau denda. Pemerintah Meksiko dapat mendakwa seseorang melakukan perdagangan ilegal jika membawa rokok elektrik dalam jumlah banyak.

Jika dakwaan terbukti, pelaku bisa menghadapi denda yang jauh lebih besar hingga hukuman penjara.

Timnas Inggris dan Skotlandia tidak memiliki jadwal fase grup di Meksiko. Namun, kedua tim tetap berpeluang tampil di sana jika lolos ke babak gugur.