Mengingat padatnya jadwal turnamen di kawasan Asia Tenggara, Alwi menyadari bahwa kondisi fisik dan mental para pemain saat ini sedang diuji.

Banyak atlet harus menjalani rangkaian kompetisi yang berurutan tanpa jeda istirahat yang cukup panjang.

Meskipun merasa lelah secara fisik, Alwi terus memotivasi dirinya sendiri agar memiliki keinginan menang yang lebih kuat daripada rasa capeknya.

Ia bersyukur mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik sehingga bisa melewati hambatan pada babak pertama.

Jalannya Pertandingan Melawan Lakshya Sen

Pertarungan antara Alwi Farhan dan Lakshya Sen pada gim pertama berlangsung sangat ketat sejak awal.

Kejar-mengejar angka terjadi sejak skor imbang 3-3, sebelum akhirnya Alwi sempat melesat jauh meninggalkan perolehan poin lawan menjadi 7-3.

>>> Legenda Liverpool Kenny Dalglish Umumkan Sedang Lawan Kanker

Namun, Lakshya Sen yang merupakan pemain berpengalaman tidak tinggal diam dan sempat membalikkan keadaan menjadi unggul 10-9.

Alwi merespons tekanan tersebut dengan tenang dan berhasil kembali memimpin 11-9 saat memasuki interval gim pertama.

Selepas jeda, intensitas pertandingan tidak menurun dan kedua pemain beberapa kali terjebak dalam situasi skor imbang, mulai dari 12-12 hingga 17-17.

Alwi sempat unggul lewat smes keras, namun kesalahan sendiri membuat kedudukan kembali sama kuat di angka 18-18.

Situasi sempat mencekam bagi kubu Indonesia saat serangan beruntun Lakshya Sen membuatnya unggul tipis 19-18 di poin kritis.

Beruntung, pukulan lawan yang keluar lapangan membuat skor kembali imbang 19-19 dan membuka peluang bagi Alwi.

Alwi Farhan kemudian berhasil mencapai gim poin terlebih dahulu melalui serangan smes yang sangat tajam.

Gim pertama akhirnya ditutup dengan kemenangan 21-19 setelah pengembalian netting dari Lakshya Sen gagal melewati net.