Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, tetap memasang target tinggi pada Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello. Meski start dari posisi ke-13, ia optimistis meraih hasil maksimal.

Balapan utama Moto3 di Autodromo Internazionale del Mugello digelar Minggu (31/5/2026) pukul 16.00 WIB. Total 17 putaran akan dilalui para pembalap.

>>> Allano Lima Resmi Tinggalkan Persija, Ucapkan Perpisahan Emosional

Veda harus berjuang dari barisan tengah setelah hasil kualifikasi kurang ideal. Pada sesi kualifikasi Sabtu (30/5/2026), ia mencatat waktu terbaik 1 menit 55,548 detik.

Kekecewaan di Balik Ambisi Besar

Hasil kualifikasi posisi ke-13 membawa sedikit rasa kecewa bagi Veda. Padahal, performanya di sesi latihan bebas tergolong menjanjikan hingga lolos langsung ke Q2.

Pada sesi Practice sebelumnya, ia menempati posisi ke-9. Namun, kondisi di Q2 membuat target start dari baris terdepan belum tercapai.

"Saya sedikit kecewa dengan diri saya sendiri karena saya mengincar hasil yang lebih baik hari ini," ungkap Veda dalam keterangan resmi Honda Team Asia.

Ia menekankan target awalnya bersaing di baris pertama atau kedua. "Saya ingin bersaing lebih dekat di barisan depan, tetapi ini Moto3 dan selisih waktunya sangat kecil," tambahnya.

>>> 8 Ide Kebun Pangan dan Ternak Mini di Lahan Sempit, Terbaru 2026

Optimisme Menghadapi Balapan Utama

Meski start dari urutan ke-13, Veda belum menyerah dan tetap percaya diri. Karakteristik Mugello dengan lintasan lurus panjang memberi celah untuk menyalip.

Veda melihat peluang besar memperbaiki posisi secara bertahap selama 17 putaran. Faktor kunci seperti slipstream dan kerapatan waktu bisa dimanfaatkan.

Keberhasilan menembus 10 besar saat latihan menjadi modal mental. Performa motor Honda Team Asia juga kompetitif di lintasan teknis.

Publik balap Indonesia menaruh harapan besar pada Veda. Dukungan mengalir agar ia mampu menunjukkan aksi comeback memukau seperti seri sebelumnya.

>>> Eks Admin Jadi Tersangka, Fuji Ungkap Respons: Harusnya Lega Tapi Kesal

Kini fokus Veda adalah menjaga konsistensi kecepatan dan ketenangan. Dengan strategi ban dan manajemen balap tepat, hasil manis di Italia bukan mustahil.