Ketidakpastian geopolitik global tidak menyurutkan minat masyarakat untuk bepergian.

Banyak wisatawan kini mengubah strategi perencanaan perjalanan mereka dengan lebih mengutamakan faktor keamanan, fleksibilitas, dan kesiapan menghadapi situasi tak terduga.

>>> Kenali Ragam Jenis Spons Pembersih Rumah dan Fungsinya agar Tidak Merusak Perabot

Laporan Smarter Summer dari Skyscanner mencatat sebanyak 91 persen wisatawan asal Singapura tetap optimistis untuk menikmati liburan pada musim panas tahun ini.

Sebanyak 35 persen di antaranya masih aktif mencari destinasi dan merencanakan liburan meskipun belum memesan tiket perjalanan.

Pakar tren dan destinasi wisata Skyscanner di Singapura, Brendan Walsh, menilai pola perjalanan saat ini memperlihatkan kombinasi antara antusiasme menjelajah dan kehati-hatian dalam mengambil keputusan.

"Alih-alih memesan perjalanan enam bulan sebelumnya seperti dulu, kini banyak wisatawan memilih melakukan reservasi lebih dekat dengan tanggal keberangkatan.

Mereka ingin tetap fleksibel menghadapi perubahan situasi yang mungkin terjadi," ujar Walsh.

Sejumlah negara yang dikenal stabil secara politik dan bertingkat keamanan tinggi kini semakin memikat perhatian, seperti Portugal, Kanada, dan Swiss.

Tren serupa terlihat di kawasan Asia, di mana pelancong mulai beralih dari lokasi yang terlalu ramai menuju tempat yang menawarkan suasana tenang, autentik, dan nyaman.

Namun, Brendan Walsh menjelaskan bahwa peningkatan minat terhadap destinasi regional Asia ini bukan semata-mata karena wisatawan menghindari wilayah tertentu yang terdampak konflik.

"Tren ini lebih didorong oleh keinginan wisatawan untuk menemukan pengalaman baru dan preferensi perjalanan yang terus berkembang," jelasnya.

>>> Perbedaan Compact Powder dan Loose Powder yang Perlu Diketahui

Di sisi lain, penasihat keamanan dari International SOS, Lindsay Maloney, menilai para pelancong modern perlu mengubah pola pikir mereka saat bepergian.