Ketiga pelatih tersebut membawa filosofi sepak bola yang berbeda. Mulai dari gaya disiplin ala Jepang hingga pemahaman mendalam tentang karakter sepak bola Asia Tenggara.

Ryuji Sueoka (Myanmar)

Timnas Myanmar U-19 mempercayakan kursi pelatih kepada Ryuji Sueoka, seorang profesional asal Jepang.

Sueoka mulai mengambil alih komando skuad muda berjuluk The Asian Lions ini sejak Februari 2025 yang lalu.

Pria berusia 47 tahun tersebut sebenarnya bukan orang baru dalam sistem federasi sepak bola Myanmar.

Tercatat, ia telah berkontribusi selama lebih dari satu tahun dalam struktur tim nasional kelompok umur negara tersebut.

Sebelum didapuk menjadi pelatih kepala U-19, Sueoka sempat memimpin tim Myanmar U-17. Selain itu, ia juga pernah mencicipi peran sebagai asisten pelatih untuk skuad Myanmar U-22.

Prestasi Sueoka saat menakhodai tim U-17 terbilang cukup impresif selama babak kualifikasi Piala Asia.

Dari total empat pertandingan yang dijalani, anak asuhnya sukses mengemas tiga kemenangan dan hanya satu kali menelan kekalahan.

Produktivitas gol timnya juga menonjol dengan catatan sembilan gol dan hanya kebobolan tiga kali saja. Catatan ini membuktikan bahwa ia mampu membangun pertahanan solid sekaligus serangan yang efektif.

Pengalaman Sueoka di level klub juga cukup beragam sebelum memutuskan merantau ke Myanmar.

Ia pernah menjabat sebagai pemandu bakat di klub Jepang, Ehime FC, serta menjadi asisten pelatih untuk tim Ehime FC U-18 dan Yokohama SCC.

Emral Abus (Timor Leste)

Salah satu duel yang paling dinanti adalah pertemuan antara Nova Arianto dengan rekan senegaranya, Emral Abus.

Pelatih kawakan yang sempat menangani Bhayangkara FC di BRI Liga 1 2023/2024 ini kini menakhodai Timor Leste U-19.