Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali mencuat. Kuasa hukum keduanya kini saling beradu argumen mengenai penyebab keretakan rumah tangga mereka.

Chris Sam Siwu, pengacara Sarwendah, mengungkapkan adanya tantangan dari pihak Ruben untuk membuka tabir masalah pernikahan. Namun, Sarwendah menolak tantangan tersebut demi menjaga situasi tetap kondusif.

>>> Persiapan Piala Dunia 2026: Timnas Iran Gelar Pemusatan Latihan di Turki

Pihak Sarwendah Pilih Bungkam Demi Anak

Meski menolak membeberkan detail, Chris memberi isyarat bahwa kliennya telah melewati masa sulit. Ia menyebut hanya wanita kuat yang mampu bertahan dalam kondisi yang dialami Sarwendah.

Pernyataan ini memicu tanda tanya besar di masyarakat. Chris menegaskan tidak akan bicara lebih jauh tanpa persetujuan kliennya.

Beberapa poin klarifikasi terkait isu negatif yang beredar:

  • Bukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menjadi alasan utama perceraian.
  • Isu orang ketiga masih belum mendapatkan jawaban pasti dari kuasa hukum.
  • Sarwendah memprioritaskan kondisi psikologis anak-anak yang belum dewasa.
  • Klarifikasi lengkap akan diberikan setelah anak-anak cukup umur.

Fokus utama Sarwendah saat ini adalah melindungi buah hatinya. Ia tidak ingin pemberitaan berdampak buruk pada tumbuh kembang sang anak.

>>> Resmi: Daftar Pemain Timnas Meksiko untuk Piala Dunia 2026

Menantang Balik Ruben Onsu

Alih-alih memberi penjelasan panjang, pihak Sarwendah mempersilakan Ruben untuk terlebih dahulu memberikan klarifikasi. Mereka menyarankan media bertanya langsung kepada Ruben mengenai alasan di balik gugatan cerai.

Chris menambahkan bahwa mantan personel Cherrybelle itu akan bicara secara terbuka di kemudian hari. Saat ini, diam adalah pilihan terbaik demi menjaga perasaan keluarga besar.

Berikut ringkasan perkembangan terkini:

>>> Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Myanmar Piala AFF U-19 2026, Nonton Resmi di Vidio

  • Penyebab cerai: belum diungkapkan secara detail.
  • Isu KDRT: telah dibantah resmi oleh pihak Sarwendah.
  • Isu orang ketiga: belum ada konfirmasi atau bantahan jelas.
  • Waktu klarifikasi: menunggu hingga anak-anak dewasa.

Kedua belah pihak masih saling menjaga informasi sensitif agar tidak bocor ke publik. Hal ini demi keberlangsungan hubungan baik antara orang tua dan anak di masa depan.