Mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, memberikan pandangannya mengenai masa depan Pep Guardiola. Menurut Xavi, Guardiola berpotensi besar melatih tim nasional setelah resmi meninggalkan Manchester City.

Guardiola memutuskan untuk mengakhiri masa baktinya di Stadion Etihad lebih awal. Kontraknya sebenarnya masih tersisa satu tahun, tetapi ia memilih berhenti sebagai manajer tim utama.

Tantangan Baru di Level Internasional

Xavi menilai Guardiola telah meraih segalanya di level klub. Kesuksesan di Spanyol, Jerman, dan Inggris membuat langkah ke tim nasional menjadi pilihan logis.

"Dia adalah sosok jenius, dan kita tidak pernah tahu pasti langkah apa yang akan diambil seorang jenius," ujar Xavi dikutip dari Sportbible.

Ia memprediksi tantangan baru Guardiola akan berada di kancah internasional.

Setelah melepas jabatan manajer, Guardiola tidak sepenuhnya meninggalkan Manchester City. Ia dilaporkan akan menjadi duta global untuk City Football Group.

Sementara itu, Enzo Maresca muncul sebagai kandidat kuat pengganti Guardiola. Maresca diprediksi akan melanjutkan estafet kepemimpinan di kursi pelatih The Citizens.

Peluang Melatih Timnas Inggris

Spekulasi mengenai negara tujuan Guardiola menjadi perbincangan hangat. Xavi memberikan pandangannya saat ditanya peluang Guardiola melatih Spanyol atau Inggris.

  • Guardiola sudah sangat mengenal kultur dan karakteristik pemain Liga Inggris.
  • Situasi politik dan kompleksitas di Timnas Spanyol dinilai jauh lebih sulit.
  • Ada tantangan membawa generasi emas Inggris meraih trofi internasional.

Xavi secara spesifik menyebut melatih Spanyol adalah hal yang sulit. Ia melihat tim nasional Inggris sebagai opsi yang jauh lebih masuk akal.

Reputasi dan Metodologi Guardiola

Sebelum mengambil keputusan besar, Guardiola dikabarkan akan mengambil waktu istirahat. Pola ini serupa dengan saat ia meninggalkan Barcelona sebelum bergabung ke Bayern Munchen.

Bagi Xavi, Guardiola tetap menjadi salah satu pelatih terhebat dalam sejarah sepak bola. Obsesinya terhadap detail taktik menjadi pembeda utama.

  • Kemampuan meyakinkan pemain terhadap strategi yang dijalankan.
  • Pendekatan taktik yang mendalam dan selalu berkembang.
  • Kepemimpinan karismatik dalam membangun kekompakan tim.

Kualitas tersebut menjadi modal utama Guardiola sebagai legenda. Pengalaman belajar langsung dari Guardiola diakui Xavi sebagai sumber ilmu sepak bola terbesarnya.

Meski masa depannya masih teka-teki, transisi Guardiola ke level tim nasional sangat dinantikan. Banyak pihak ingin melihat apakah tangan dinginnya mampu menghadirkan kejayaan di Piala Dunia atau Euro.

>>> Parade Juara Arsenal 2026 Pecahkan Rekor, 1,5 Juta Orang Hadir

>>> Timnas U19 Indonesia Vs Myanmar: Strategi Garuda Raih Kemenangan Perdana

>>> CookieRun: OvenSmash Resmi Hadir di Asia, Gameplay Intens 3 Menit yang Paling Dicari 2026