Penutupan sejumlah gerai Indomaret pada 31 Mei dan 1 Juni 2026 menjadi perhatian masyarakat setelah banyak konsumen mendapati minimarket tersebut tidak beroperasi saat libur nasional.

Informasi yang beredar menyebutkan ribuan gerai tidak membuka layanan selama dua hari tersebut. Di media sosial, muncul berbagai spekulasi mengenai penyebab penutupan massal itu, termasuk dugaan terkait program Koperasi Desa Merah Putih yang tengah menjadi perhatian pemerintah.

Namun, informasi yang ramai dibahas justru mengarah pada persoalan internal perusahaan yang berkaitan dengan kebijakan kerja pada hari libur nasional.

Berawal dari Perubahan Skema Lembur

Sejumlah unggahan di media sosial menyebut penutupan gerai berkaitan dengan dokumen yang diedarkan kepada karyawan mengenai persetujuan kerja lembur saat hari besar nasional.

Dalam dokumen tersebut, kompensasi lembur disebut tidak lagi diberikan dalam bentuk pembayaran tunai, melainkan diganti dengan hari libur pada kesempatan lain.

Perubahan mekanisme itu kemudian memicu keberatan dari sebagian pekerja karena dianggap tidak sesuai dengan ketentuan yang mengatur pembayaran upah lembur pada hari libur resmi.

Muncul Protes dari Karyawan

Kebijakan tersebut disebut memicu gelombang penolakan di sejumlah wilayah. Para pekerja menilai skema penggantian lembur dengan hari libur biasa bertentangan dengan aturan yang mewajibkan pembayaran upah lembur pada hari libur nasional.

Situasi itu kemudian berkembang menjadi konflik internal yang berdampak pada operasional sejumlah gerai.

Akibat kondisi tersebut, sebanyak 6.546 gerai Indomaret dilaporkan tidak beroperasi pada 31 Mei dan 1 Juni 2026.

Operasional Dijadwalkan Kembali Normal

Gerai-gerai yang terdampak penutupan disebut akan kembali melayani pelanggan secara serentak mulai Selasa, 2 Juni 2026.

Di tengah ramainya pembahasan, sejumlah konsumen mengaku menemukan gerai yang tetap buka. Sementara di lokasi lain, beberapa toko memang terlihat menghentikan layanan sementara selama periode libur tersebut.

Perbedaan kondisi di lapangan membuat penutupan tidak terjadi secara merata, meski laporan mengenai banyaknya gerai yang tidak beroperasi terus menjadi perbincangan warganet sepanjang dua hari libur nasional itu.