Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, secara resmi menanggapi saran dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal.

Masukan tersebut berkaitan dengan tingginya intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

>>> Nonton Drakor Doctor On The Edge Episode 1-2 Sub Indo serta Link dan Spoiler di KST bukan LK21: Lee Jae Wook Jadi Dokter di Pulau Terpencil

Qodari menyatakan bahwa pemerintah sangat mengapresiasi setiap masukan dari Dino Patti Djalal sebagai bentuk kepedulian publik.

Namun, ia menegaskan bahwa seluruh perjalanan dinas kepala negara telah melalui pertimbangan matang.

Menurut Qodari, setiap keputusan kunjungan kerja didasarkan pada perhitungan manfaat strategis bagi bangsa dan negara. Asas kemanfaatan menjadi pedoman utama Presiden Prabowo sebelum bertolak ke negara sahabat.

Prinsip Dasar Kunjungan Kepresidenan

Presiden selalu mengedepankan asas manfaat bagi kepentingan bangsa dan negara dalam setiap langkah yang diambil.

Kunjungan ke luar negeri bukan sekadar formalitas, melainkan upaya membuka peluang kerja sama di berbagai sektor ekonomi dan politik.

Penjelasan ini disampaikan Qodari saat memberikan keterangan di Kantor Danantara pada Minggu, 31 Mei 2026. Ia meyakini hasil diplomasi tersebut akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi Indonesia.

Fokus Manfaat Kerja Sama Indonesia-Prancis

Sebagai contoh nyata, Qodari menyoroti hasil lawatan Presiden Prabowo ke Prancis. Pertemuan tersebut menghasilkan berbagai poin kesepakatan bilateral yang strategis bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Salah satu agenda krusial adalah pembentukan France-Indonesia High Level Business Council. Program ini menargetkan peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada tahun 2035.

Sejumlah sektor prioritas dalam kerja sama tersebut meliputi pertahanan, pendidikan, perdagangan internasional, dan investasi jangka panjang. Qodari menilai kehadiran Presiden secara langsung di kancah internasional membuahkan hasil konkret.