Suasana semakin meriah ketika Once naik ke panggung dan melantunkan tembang "Angin Malam". Karakter suaranya yang khas sukses memancing penonton untuk bernyanyi bersama secara massal.

Daftar lagu legendaris yang dibawakan dalam sesi tribut ini:

  • Serasa: Dibawakan oleh Dira Sugandi dengan aransemen musik yang modern.
  • Angin Malam: Dinyanyikan oleh Once yang berhasil membangun kemeriahan di area panggung.
  • Merpati Putih: Penampilan emosional dari Andre Hehanusa yang membawa suasana nostalgia.
  • Cinta dan Hening: Kolaborasi apik antara vokal lembut Monita Tahalea dan petikan gitar Balawan.
  • Pelangi: Menjadi lagu penutup yang manis dan megah dibawakan kembali oleh Once.

Setiap lagu yang dipilih merepresentasikan perjalanan panjang Erros Djarot di industri musik tanah air.

Kolaborasi antar musisi ini menunjukkan bahwa karya sang maestro tetap relevan dan dicintai oleh berbagai kelompok usia.

Aksi gitaris Balawan yang memainkan gitar double neck juga menjadi pusat perhatian tersendiri bagi penonton.

Selain deretan lagu utama, karya populer lainnya seperti "Rindu", "Malam Pertama", dan "Selamat Jalan Kekasih" turut menghiasi sesi spesial ini.

Penutup Hangat di Panggung Java Jazz

Lagu "Pelangi" yang dibawakan Once menjadi penanda berakhirnya sesi penghormatan tersebut. Di penghujung acara, seluruh musisi berkumpul kembali di atas panggung bersama Erros Djarot untuk memberikan salam penutup.

Erros secara langsung menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh penampil dan audiens yang hadir.

>>> Kejutan Singapore Open 2026: Rekor 7 Bulan Kim/Seo Akhirnya Tumbang

Momen kebersamaan ini menjadi penutup yang sangat hangat, membuktikan bahwa warisan musiknya akan terus hidup lintas generasi.