Otoritas hukum China telah melaksanakan eksekusi mati terhadap Xu Yao, pria yang terbukti membunuh taipan game Lin Qi.

Kasus ini mencapai titik akhir setelah proses peradilan panjang.

>>> Prakiraan Cuaca Kulon Progo: Berawan dan Udara Kabur Dominasi Sepekan

Xu Yao meracuni Lin Qi pada tahun 2020 karena merasa sakit hati setelah disingkirkan dari posisinya di perusahaan.

Padahal, Xu sebelumnya berperan penting dalam membantu Lin mengamankan kesepakatan lisensi dengan Netflix.

Motif Dendam di Balik Kasus Peracunan

Ketegangan antara keduanya bermula saat Lin Qi memutuskan memberikan tanggung jawab operasional bisnis kepada eksekutif lain.

Keputusan ini membuat Xu Yao merasa terpinggirkan dari proyek strategis yang sedang ia kelola.

Sebagai balas dendam, Xu menyamarkan zat beracun ke dalam kapsul yang menyerupai suplemen probiotik. Ia kemudian memberikan pil mematikan tersebut kepada Lin tanpa menaruh kecurigaan.

Lin Qi dilarikan ke rumah sakit pada Desember 2020 setelah kondisinya mendadak memburuk. Sayangnya, nyawa miliarder berusia 39 tahun tersebut tidak tertolong dan ia meninggal sembilan hari kemudian.

Pihak kepolisian berhasil mengamankan Xu Yao hanya beberapa hari setelah Lin menjalani perawatan medis.

Pengadilan setempat menjatuhkan vonis hukuman mati pada awal tahun 2024 sebelum akhirnya dieksekusi pada Mei 2026.

>>> Prapendaftaran SPMB DKI Jakarta 2026 Dibuka: Syarat dan Alur Terbaru

Warisan Proyek 3 Body Problem

  • Lin Qi merupakan pendiri Yoozoo Games, pengembang game strategi Game of Thrones: Winter Is Coming.
  • Melalui anak perusahaannya, Three-Body Universe, ia memegang hak adaptasi trilogi fiksi ilmiah karya Liu Cixin.
  • Serial Netflix berjudul 3 Body Problem yang tayang pada 2024 merupakan hasil adaptasi dari karya tersebut.
  • Meski telah tiada, nama Lin Qi tetap dicantumkan sebagai produser eksekutif anumerta dalam serial populer tersebut.