Mikel Arteta tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah Arsenal gagal menjadi juara Liga Champions musim 2025/2026. Perjalanan impresif tim asal London itu berakhir menyakitkan di partai puncak.

Sepanjang kompetisi, Arsenal mencatat rekor luar biasa.

>>> Final Liga Champions 2026: Arsenal vs PSG Kick-off Lebih Awal, Ini Alasannya

Hingga laga final berakhir setelah 120 menit, tidak ada satu pun tim yang mampu mengalahkan mereka di lapangan.

Dominasi Arsenal Sepanjang Turnamen

Performa tajam The Gunners sudah terlihat sejak babak awal. Mereka menyapu bersih semua pertandingan fase grup dengan kemenangan meyakinkan.

Tim-tim besar Eropa seperti Athletic Bilbao, Olympiacos, Atletico Madrid, Slavia Prague, Bayern Munchen, Club Brugge, Inter Milan, dan Kairat berhasil dikalahkan.

Rentetan delapan kemenangan beruntun membawa Arsenal kokoh di puncak klasemen.

Hasil ini membuat mereka melenggang ke babak 16 besar sebagai tim favorit.

Perjalanan Sulit di Fase Gugur

Memasuki fase gugur, dominasi Declan Rice dan rekan-rekannya mulai mendapat tantangan lebih berat. Meski tidak sedominan di fase grup, pertahanan Arsenal tetap kokoh.

Bayer Leverkusen, Sporting CP, dan Atletico Madrid gagal menumbangkan Arsenal. Ketangguhan kolektif menjadi kunci utama mereka menembus final.

Pada laga final melawan Paris Saint-Germain (PSG), Arsenal sempat memimpin lebih dulu. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan hingga akhir.

>>> Arsenal Tersingkir Mengejutkan di Liga Champions 2026: Rekor Tak Terkalahkan Berakhir Pilu

PSG berhasil menyamakan kedudukan dan memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti. Dalam drama adu nasib itu, mimpi Arsenal menjadi juara Eropa harus terkubur.

Arsenal kalah 3-4 dari PSG melalui adu penalti. Dua eksekutor yang gagal adalah Eberichi Eze dan Gabriel Magalhaes.