Pertamina Patra Niaga kembali menegaskan aturan penggunaan bahan bakar Pertalite (RON 90) untuk kendaraan roda empat pada tahun 2026.

BBM ini hanya direkomendasikan untuk mobil dengan rasio kompresi mesin antara 9:1 hingga 10:1.

>>> Beasiswa SCG 2026 Dibuka: Syarat dan Skema Khusus Anak Tukang Bangunan

Ketepatan memilih bahan bakar sangat penting agar performa mesin tetap optimal. Penggunaan Pertalite di luar spesifikasi dapat menyebabkan knocking atau kerusakan mesin.

Daftar Mobil yang Sesuai dengan Spesifikasi Pertalite

Salah satu mobil populer yang masih diperbolehkan menggunakan Pertalite adalah Toyota Avanza.

Baik tipe mesin 1.300 cc maupun 1.500 cc kompatibel dengan bensin beroktan 90 atau lebih tinggi.

Selain Avanza, Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross juga masuk dalam kategori mobil yang direkomendasikan menggunakan BBM sejenis. Pabrikan menganjurkan bensin tanpa timbal beroktan RON 90 ke atas.

Aturan Khusus untuk Mobil LCGC

Mobil Low Cost Green Car (LCGC) justru memiliki aturan lebih ketat.

>>> Pengumuman Hasil UTBK SNBT 2026: Jadwal Resmi, Cara Cek, dan Link Mirror

Mesin LCGC umumnya memiliki rasio kompresi tinggi, yakni 10:1 hingga 11:1, sehingga membutuhkan oktan minimal 92.

Contohnya, Toyota Agya dan Toyota Calya secara tegas menganjurkan penggunaan bensin tanpa timbal dengan angka oktan minimal 92.

Aturan ini diperkuat oleh Permenperin Nomor 36 Tahun 2021 tentang kendaraan rendah emisi karbon.

Berikut panduan pemilihan jenis BBM berdasarkan rasio kompresi mesin:

>>> Tim Damkar Solo Evakuasi Kaki Mahasiswi Terjebak di Selokan UNS

  • Pertalite (RON 90): rasio kompresi 9:1 sampai 10:1
  • Pertamax (RON 92): rasio kompresi 10:1 sampai 11:1
  • Pertamax Green (RON 95): rasio kompresi 11:1 sampai 12:1
  • Pertamax Turbo (RON 98): rasio kompresi 11:1 sampai 13:1
  • Pertamax Racing (RON 100): rasio kompresi di atas 13:1

Semakin tinggi rasio kompresi, semakin tinggi oktan yang dibutuhkan. Untuk memastikan kendaraan Anda tepat, periksa stiker informasi bahan bakar di area penutup tangki.