Karena keberatan menahan beban, tumpuan kakinya amblas masuk ke sela-sela penutup selokan," jelas Matias.

Sebelum menghubungi petugas damkar, para mahasiswa yang berada di lokasi kejadian dikabarkan sempat mencoba mengeluarkan kaki korban secara mandiri namun tidak membuahkan hasil.

"Waktu saya tanya, mereka mengaku sebenarnya sudah dari tadi bingung mau minta tolong ke siapa," imbuh Matias.

Penyelamatan dilakukan dengan meregangkan besi penutup selokan menggunakan alat penekan hidrolik agar kaki korban bisa ditarik keluar tanpa cedera tambahan.

"Kita tidak memotong besi selokan agar tidak merusak, melainkan memakai hydraulic tool untuk melebarkan sela-sela besi itu. Istilahnya dibenggang atau direnggangkan saja agar kakinya bisa keluar.

Proses evakuasinya sendiri cepat, sekitar 5 menit sudah selesai," papar Matias.

Petugas menyatakan bahwa penanganan situasi darurat non-kebakaran seperti evakuasi hewan liar maupun pelepasan benda terjepit sudah menjadi bagian dari tugas rutin harian mereka.

"Sering sekali kami dapat laporan non-kebakaran. Dulu pernah ada anak kecil main-main lalu kepalanya kejepit pagar.

>>> Penumpang Whoosh Diprediksi Naik 15 Persen Libur Panjang 2026, Ini Jadwal Terbaru

Kalau akhir-akhir ini yang paling sering itu evakuasi ular, sarang tawon, penanganan tumpahan solar di jalan, hingga evakuasi kecelakaan mobil," pungkas Matias.