A-List Entertainment mengadopsi sistem pengembangan artis terstruktur ala Korea Selatan.

Rangkaian pelatihan meliputi audisi berkelanjutan, program training intensif, pengembangan karakter, kesiapan mental, pelatihan komunikasi publik, dan keterlibatan dalam pembuatan materi lagu.

Selama kurang lebih tiga tahun, para anggota Marbles digembleng di bawah arahan pelatih Kim Hyung-Kyu. Fokus pelatihan mencakup teknik vokal, kemampuan menari, dan kualitas penampilan di atas panggung.

Para personel juga didorong aktif terlibat dalam pengembangan materi lagu. Hal ini bertujuan agar identitas musik Marbles tetap kuat, jujur, dan relevan dengan perkembangan zaman.

A-List Entertainment memandang setiap artis sebagai Intellectual Property (IP) yang hidup dan terus bertumbuh. Mereka tidak ingin membatasi kreativitas artis pada satu bidang tertentu.

Rencana pengembangan karier Marbles meliputi produksi lagu dan album, penampilan langsung di konser dan festival, pembuatan konten digital, serta kolaborasi brand.

Strategi ini fokus pada pembangunan hubungan jangka panjang dengan penggemar.

Informasi lengkap mengenai Marbles dapat dipantau melalui akun media sosial resmi @a. listent dan @marbles.

>>> Maia Estianty Tegur Netizen yang Tanya Momongan El Rumi dan Syifa Hadju

sphere. Kehadiran Marbles diharapkan memberikan warna baru bagi industri musik Tanah Air yang semakin kompetitif.