Molson menambahkan bahwa kegigihan Lemieux dalam membawa tim meraih prestasi tertinggi merupakan cerminan sejati dari identitas seorang pemain Canadiens.

"A fierce competitor who rose to the occasion in big moments, Claude was a relentless, courageous, and tenacious player who led the team to the highest honours.

He embodied the very essence of being a Montreal Canadiens player," tuturnya.

Karier Gemilang dan Momen Kontroversial

Semasa berkarier, Lemieux mengoleksi 80 gol dalam 234 pertandingan babak playoff, menempatkannya di peringkat kesembilan dalam sejarah NHL.

Dia memenangkan Stanley Cup bersama Canadiens pada 1986, dua kali bersama New Jersey Devils pada 1995 dan 2000, serta bersama Colorado Avalanche pada 1996.

Ia juga memenangkan Conn Smythe Trophy sebagai MVP playoff pada 1995.

Karier Lemieux juga diwarnai momen kontroversial saat memperkuat Avalanche pada Game 6 Final Wilayah Barat 1996.

Hantaman kerasnya dari belakang membuat pemain Detroit Red Wings, Kris Draper, mengalami cedera parah pada rahang dan wajah.

Insiden tersebut memicu rivalitas sengit antara kedua tim, termasuk perkelahian massal legendaris di Joe Louis Arena pada Maret 1997.

Lemieux sempat mengenang atmosfer mencekam di Detroit kala itu. Ia menerima banyak ancaman pembunuhan hingga harus menginap di hotel menggunakan nama samaran di bawah penjagaan ketat.

"It was really bad," kata Lemieux.

>>> 6 Pembalap Indonesia Berlaga di WSBK Aragon dan MotoGP Italia Akhir Pekan Ini

"We were getting faxes from Detroit threatening my life. I had to go in under a fake name.

I had security guy sleeping outside my room in the hotel, following me wherever I went. It got out of control.