Rekor kecepatan drone kembali dipecahkan.

Pasangan Ben Biggs dan Aidan Kelly dari tim Drone Pro Hub berhasil memacu drone rakitan mereka, Blackbird, hingga kecepatan 730 km/jam (453 mph).

>>> Daftar Harga BBM Pertamina dan Swasta 28 Mei 2026

Kecepatan puncak tersebut tercatat saat drone melaju searah dengan hembusan angin pada hari kedua pengujian. Saat putar balik melawan arah angin, Blackbird masih mencatat kecepatan 640 km/jam.

Secara keseluruhan, kecepatan rata-rata dua arah Blackbird mencapai 685 km/jam (425,6 mph).

Angka ini melampaui rekor resmi Guinness World Record sebelumnya yang dipegang oleh Luke dan Mike Bell dengan kecepatan 657,59 km/jam.

Namun, rekor baru ini masih berstatus tidak resmi karena belum disertifikasi langsung oleh Guinness World Records.

Kunci Sukses: Baling-Baling Serat Karbon

Salah satu kunci keberhasilan Blackbird adalah penggunaan baling-baling serat karbon buatan tangan. Baling-baling ini memiliki pitch yang lebih tinggi, meskipun angka pastinya masih dirahasiakan.

Desain tepi depan baling-baling berbentuk gigi gergaji (sawtooth) membantu menjaga aliran udara tetap lurus melintasi bilah, sehingga meningkatkan efisiensi aerodinamis.

>>> Pertamina Trans Kontinental Pastikan Distribusi Energi Lancar Selama Iduladha

Pada kecepatan di atas 640 km/jam, modifikasi sekecil apa pun memberikan perbedaan besar.

Uji Coba Penuh Risiko

Proses pengujian tidak berjalan mulus. Pada hari pertama, Blackbird mencapai kecepatan 630 km/jam sebelum Biggs kehilangan akses umpan video.

Tim menduga kombinasi masalah geometri antena, pergeseran Doppler, dan kelebihan beban sinyal menyebabkan drone pertama jatuh dan hancur.

Pada hari kedua, tim menggunakan unit Blackbird terakhir yang tersisa. Pengujian dilakukan di tengah angin kencang mencapai 60 km/jam dan cuaca mendung.

Saat drone menembus batas 700 km/jam, suhu baterai memuncak hingga 80 derajat Celcius.

>>> Umat Buddha Rayakan Tri Suci Waisak di Candi Borobudur Mei 2026

Pelindung kabel menyusut dan meleleh karena sistem menarik arus sekitar 400 ampere selama 10 detik. Drone mendarat dalam kondisi mengeluarkan asap pekat, tetapi unitnya masih utuh.