Pelatih Rayo Vallecano Iñigo Pérez memberikan apresiasi mendalam terhadap hubungan erat antar-pemainnya setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Crystal Palace dalam partai final UEFA Conference League di Leipzig Arena pada Rabu, 27 Mei 2026.

Kekalahan akibat gol tunggal Jean-Philippe Mateta tersebut mengubur impian bersejarah klub asal Madrid itu untuk membawa pulang trofi kompetisi Eropa.

>>> Crystal Palace Juara UEFA Conference League Usai Tekuk Rayo Vallecano

Pérez mengakui bahwa ruang ganti timnya saat ini diselimuti kesedihan mendalam karena momentum juara yang sudah sangat dekat terpaksa sirna.

"Son momentos complicados para todos. Hay dolor y hay que pasarlo como se puede," ujar Iñigo Pérez.

Rasa terpukul sang pelatih semakin bertambah ketika menyaksikan langsung kesedihan yang melanda seluruh anggota skuadnya di ruang ganti.

"Es lo que toca cuando uno pierde y lo tiene tan cerca. El primer impacto es por no ganar.

Después lo que te rompe por dentro es ver a la gente llorar, que intenta levantar el ánimo," kata Iñigo Pérez.

Evaluasi taktis juga disampaikan oleh Pérez, yang menilai faktor emosional sedikit menghambat performa lepas yang biasanya ditunjukkan oleh timnya di lapangan.

"El componente emocional te bloquea un poco en cuanto a la soltura que solemos tener como equipo. No me gustaría achacarlo a este factor.

Ellos fueron superiores en la táctica. Nunca tuvimos cerca la sensación de ganar o tener cerca la victoria.

Hay que felicitarles," tambah Iñigo Pérez.

Pertandingan sendiri berjalan buntu pada paruh pertama, sebelum akhirnya sebuah momen terisolasi pada awal babak kedua mengubah papan skor untuk keunggulan lawan.