Saya mulai di Pathumkongka School sebelum memulai karier profesional dengan Osotspa," ujarnya.

Setelah penampilannya berkembang, ia mulai mendapat panggilan dari tim nasional kelompok umur sebelum akhirnya berlabuh ke klub raksasa Thai League 1, Buriram United.

"Saya kemudian dipilih untuk timnas U-19 Thailand sebelum akhirnya pindah ke Buriram.

Tapi awal mula perjalanan saya adalah saat pergi ke Swedia bermain sepak bola di usia 10 tahun.

Saat itu, Ray MacDonald adalah idola saya dan dia menginspirasi saya untuk lebih mencintai sepak bola," tutur Supachai.

Aktor Thailand, Ray MacDonald, disebut memiliki peran penting dalam memfasilitasi masa awal kedatangan sang striker di Bangkok setelah menempuh perjalanan kereta api sendirian selama belasan jam.

"Saat pindah ke Bangkok, saya berusia sekitar 12 tahun. Itu terjadi setelah saya kembali dari turnamen sepak bola di Swedia.

Saya naik kereta selama 14 jam dari Pattani ke Bangkok sendirian," kata Supachai.

>>> Barcelona Dekati Anthony Gordon untuk Perkuat Lini Depan

Ia mengaku tidak ingin menetap di kampung halaman karena melihat kesempatan karier yang lebih menjanjikan di ibu kota.

"Saat itu, yang saya inginkan hanyalah bermain sepak bola. Saya tidak ingin tinggal di tempat yang sama karena saya percaya Bangkok menawarkan lebih banyak peluang.

Saya ingin memberi keluarga kehidupan yang lebih baik," ujarnya.

Supachai tinggal bersama sang aktor yang merawat dan membantunya beradaptasi dengan lingkungan baru di awal masa rantau. "Saya pindah ke sana sendirian saat berusia 12 tahun.

Awalnya, saya tinggal dengan Ray MacDonald, yang merawat saya dan membantu saya dalam segala hal," tuturnya.

Meski harus menghadapi situasi sulit sejak kecil sebagai perantau cilik, keteguhan hati membuatnya mampu melewati setiap rintangan.